Duh, Ratusan Koperasi di Cimahi Terancam Bubar

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI- Setengah dari total jumlah Koperasi di Kota Cimahi terancam buabr. Data Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Cimahi menyebutkan, dari 420 koperasi, saat ini hanya ada sebanyak 210 koperasi yang beroperasi dan masih aktif.

Bahkan dari jumlah itu, tak kesemuanya rutin melaksanakan dan melaporkan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT). Padahal, RAT adalah agenda wajib dari pengurus dan anggota koperasi sebagai, bahan evaluasi dan pengembangan program-program koperasi ke depannya.

Maka, Ketua Dekopinda Kota Cimahi, Wazirdal Nazir, menilai langkah dari Kementerian Koperasi untuk membubarkan 165 koperasi di Cimahi sebagai langkah yang logis.

Apalagi, masih banyak ditemukan koperasi yang justru tidak pernah melaksanakan RAT, dengan berbagai macam alasan.

Sebagai contoh, misalnya banyak koperasi yang ternyata tidak mengetahui bagaimana cara melaksanakan RAT. Atau bahkan ada juga koperasi yang melaksanakan RAT namun, tidak pernah melaporkan hasilnya ke Dekopinda. “Ini akan menjadi bahan pertimbangan,” katanya.

Kendati demikian, menurut dia, masih perlu dilakukan verifikasi jumlah koperasi yang dikantongi kementerian. Oleh karena itu, pihaknya belum memberikan persetujuan secara formal terkait pembubaran koperasi tersebut.

“Kita harus melakukan kajian dan hasil verifikasi di lapangan karena, takutnya jumlah itu ternyata tidak ada di Cimahi. Sebab, ada koperasi yang didirikan sewaktu Cimahi masih jadi bagian dari Kabupaten Bandung,” tuturnya.

Ia menegaskan, bagi koperasi baik yang aktif atau yang sudah tidak aktif serta, tidak melakukan RAT selama dua tahun berturut-turut, maka akan diberikan teguran oleh Dekopinda.

“Mulai tahun depan (2018) Dekopinda akan mendorong koperasi melakukan RAT secepatnya dan melaporkan hasilnya kepada Dekopinda dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cimahi,” ucapnya.

Nazir pun menyatakan, demi mengimplementasikan Permen No 19/2015 tentang RAT Koperasi, Dekopinda akan melakukan koordinasi dengan, Disperindag, serta bidang Ekonomi dan Pembangunan dari kelurahan-kelurahan untuk melaksanaan pendataan koperasi.

“Sebagai langkahnya, Di program tahun 2018 juga akan dilakukan bimtek RAT koperasi. Agar koperasi yang merasa belum mampu melaksanakan RAT, memahami dan segera berbenah supaya tidak dibubarkan,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds