Ketika Kuli Genting Jatiwangi Ikut Kontes Binaraga

Jatiwangi Cup - Lomba Binaraga Antar Jebor 2017. FOTO: RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG

Jatiwangi Cup - Lomba Binaraga Antar Jebor 2017. FOTO: RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG

Satu persatu peserta menunjukkan beberapa pose di atas podium gundukan tanah liat. Setiap peserta rata-rata berkulit gelap, mengkilat setelah diolesi minyak.

Riuh tepuk tangan dan tawa terus terdengar, apalagi saat peserta mengangkat genting dengan berat kurang lebih 30 sampai 50 kilogram. Otot-ototnya mereka mengeras seperti kawat.

Sedangkan peserta dengan postur biasa hanya mampu mengangkat genteng lima sampai 10 buah genting.

“Ya, ini mah sekedar hiburan tahunan saja,” ucap Oman (44), salah seorang peserta dari Pabrik Genting Pasaka.

Oman tidak melakukan persiapan khusus untuk mengikuti lomba binaraga antar jebor se-Jatiwangi. Bermodalkan alakadarnya, Oman dengan pede naik ke podium di tengah sorak warga. “Awalnya malu, tapi pede aja,” ujar dia.

Lomba ini yang ketiga kalinya bagu Oman ikut dalam pesta rakyat Jatiwangi. Saat Jatiwangi Cup pertama pada 2015, Oman berhasil meraih juara kedua dan mendapat hadiah Rp1,5 juta. Tahun berikutnya Oman menyabet juara ketiga dengan hadiah Rp1 juta.

“Mudah-mudahan sekarang jadi juara pertama. Yang penting bukan hadiahnya, tapi kumpul bareng sesama jebor,” jelas ayah dua anak itu.

Sudah 35 tahun Oman menjadi kuli jebor. Postur badannya kekar. Tanpa obat-obatan, tubuh kakek satu cucu itu terbentuk layaknya atlet yang setiap hari fitnes.

loading...

Feeds