Ini Kronologi Tewasnya Saksi Kunci Korupsi E-KTP di AS

Johanes Marliem (facebook)

Johanes Marliem (facebook)

POJOKBANDUNG.com – Otoritas di Los Angeles, Amerika Serikat memastikan bahwa Johannes Marliem (32) meninggal dunia.

Pengusaha pendiri Marliem Marketing Group yang merupakan salah satu saksi kunci korupsi e-KTP itu ditemukan tewas pada Kamis (10/8) dini hari waktu setempat.

Adalah laman West Hollywood yang mengabarkan hal itu. Sebelumnya, media-media di Los Angeles sempat keliru menyebut identitas Johannes dengan nama Johannes Marlie.

Menurut laman West Hollywood, Marliem mengurung diri di sebuah rumah Edinburgh Avenue, kawasan Beverly Grove.

Petugas Los Angeles Police Department (LAPD) Tony Im mengatakan, insiden bermula pada Rabu (9/8) sore ketika polisi mendapat panggilan darurat ke North Edinburgh Avenue Blok 600.

Polisi lantas memblokade area yang berada di sekitar Melrose Avenue dan Crescent Heights Boulevard itu. Sempat terjadi negosiasi antara polisi dan Marliem.

BACA JUGA:

Saksi Kunci Kasus Korupsi E-KTP Johannes Marliem Tewas dengan Luka Tembak

Saksi Kunci Korupsi E-KTP Johannes Marliem Tewas Ditembak Tim SWAT?

Bahkan, LAPD mengerahkan tim SWAT. Sebab, ada dua orang lain di rumah yang ditempati Marliem, yakni seorang perempuan dan anak.

Sekitar Rabu petang waktu setempat, perempuan dan anak yang menjadi sandera itu bisa keluar dari tempat tinggal Marliem. Selanjutnya ada negosiasi hingga Kamis (11/8) dini hari.

Hingga akhirnya terjadi kebuntuan dan Marliem ditemukan tak bernyawa lagi pukul 02.00. “Kantor The LA County Coroner mengidentifikasi tersangka yang tewas sebagai Johannes Marliem,” tulis West Hollywood.

West Hollywood juga membeber tentang posisi Marliem sebagai saksi kunci kasus korupsi e-KTP yang melibatkan pejabat dan DPR di Indonesia.

Johannes Marliem dikenal sebagai sosok filantropis. Ia menjadi direktur di Biomorf Lone LLC, sebuah perusahaan yang memiliki kantor di India, Indonesia dan Minneapolis, AS.

Dalam proyek e-KTP, Biomorf pula yang mengantongi kontrak sistem pengenalan sidik jari. Taksiran kerugian negara dalam kasus korupsi e-KTP yang menyeret Ketua DPR Setya Novanto itu mencapai Rp 2,3 triliun atau sekitar USD 172 juta.

(ara/jpnn/pojoksatu)

loading...

Feeds