Dianggap Bakal Merusak Pendidikan Karakter Siswa, NU Jabar Tolak Keras Full Day School

NU Jabar menolak Full Day School

NU Jabar menolak Full Day School

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Jawa Barat menolak penerapan sekolah lima hari atau full day school yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan.

Ketua Pengurus Wilayah NU Provinsi Jawa Barat Hasan Nuri Hidayatullah menegaskan, kebijakan ini malah menjauhkan siswa dari pendidikan diniyah takmiliyah atau pendidikan Islam nonformal di luar sekolah.

Sekolah lima hari juga menyita waktu siswa karena harus menempuh waktu belajar selama delapan jam.

“Siswa akan kehilangan waktu untuk mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah. Pulang sekolah (formal) jam 2-3-4 (siang). Bagaimana bisa punya waktu untuk mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah,” kata Hasan saat menggelar Halaqah ‘Peran Madrasah dan Pondok Pesantren dalam Menjaga Moralitas dan Wawasan Keberagamaan Generasi Bangsa’, di Gedung PWNU Jabar, Kota Bandung, Sabtu (12/8/2017).

Baca Juga:

Mayoritas Sekolah di Cimahi Belum Siap Terapkan “Full Day School” 

Sekolah Lima Hari Bukan Full Day School, Kata Mendikbud 

Lebih jauhnya, lanjut Hasan, generasi muda akan kehilangan karakter tanpa pendidikan diniyah takmiliyah. Pada agama jelas merupakan pendidikan karakter bagi masyarakat yang sudah sejak lama dilakukan oleh para ulama semenjak bangsa ini belum merdeka.

“Kalau semua pendidikan formal, bagaimana belajar diniyahnya?” ucap Hasan.

Menurutnya, meski bisa diakui bahwa full day school bertujuan baik, tetapi belum tentu semua peserta didik bisa mengikuti.

“Terutama di pedesaan, petani, nelayan, yang separuh waktunya tetap bisa dipakai untuk bersama mereka (anaknya),” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Dede Rosada mengatakan, jika pemerintah memang ingin rakyatnya berkualitas unggul, maka pendidikan agamalah yang menjadi kuncinya.

“Ilmu itu iman, takwa, ahlak mulia. Karena bangsa Indonesia berkeyakinan, dengan iman dan takwa, bangsa akan lebih suistanable, bertahan,” katanya.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB