Nah, Ini Dia Peran Johannes Marliem, Saksi Kunci Kasus E-KTP yang Tewas di Amerika

Johanes Marliem (facebook)

Johanes Marliem (facebook)

Setelah kesepakatan itu disetujui pihak Kemendagri dan DPR, pada 22 November 2010 melalui mekanisme rapat kerja dengan Kementerian Dalam Negeri yang diwakili Gamawan Fauzi, Irman, dan Diah Anggraini, Komisi II DPR RI memberikan persetujuan anggaran terhadap pelaksanaan proyek e-KTP dari APBN murni.

Diduga sebelum pertemuan dengan Johannes Marliem, terjadi penyerahan uang dari Andi Narogong kepada sejumlah anggota DPR. Uang diberikan dengan maksud agar Komisi II dan Badan Anggaran DPR menyetujui anggaran untuk proyek pengadaan dan penerapan e-KTP.

JPU menyebut perbuatan Irman dan Sugiharto dalam korupsi e-KTP turut memperkaya Johannes Marliem sejumlah USD 14,8 juta dan Rp 25,2 miliar. Meski demikian, hingga perkara diputus oleh majelis hakim PN Tipikor Jakarta, Marliem tak kunjung dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus e-KTP.

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan layanan e-KTP tak akan terganggung dengan meninggalnya Johannes Marliem. Menurutnya, pemerintah tetap terus berupaya memberikan e-KTP kepada warga.

“Tidak akan menganggu (proses e-KTP, red). Proses lainnya juga tidak terganggu,” ujar Tjahjo di sela-sela sebuah diskusi di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/8).

Saat ini, sambung Tjahjo, penanganan kasus e-KTP sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, mantan sekretaris jenderal PDI Perjuangan itu juga mengaku tak mengenal Johannes Marliem yang disebut-sebut sebagai saksi kunci kasus korupsi e-KTP.

“Saya enggak kenal (Johannes). Itu sudah menjadi ranahnya KPK,” katanya.

Terpisah, KPK sendiri hanya membenarkan kabar meninggalnya Johannes Marliem. Komisi antirasuah enggan memastikan apakah Marliem tewas karena bunuh diri atau kemungkinan lainnya.

“Kematian yang bersangkutan itu menjadi domain aparat penegak hukum di sana (Amerika, Red)” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (12/8).

(put/jpg/pojokbandung)

loading...

Feeds