Pencalonan Dedi Mulyadi di Pilgub Ditolak Ulama Gema Jabar, Begini Reaksi Agung Laksono

Agus Laksono didampingi Wakil Ketua DPD Partai Golkar MQ Iswara saat diwawancarai wartawan di Bandung (Atep/Pojokbandung.com)

Agus Laksono didampingi Wakil Ketua DPD Partai Golkar MQ Iswara saat diwawancarai wartawan di Bandung (Atep/Pojokbandung.com)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Dewan Pakar Pertimbangan DPP Partai Golkar Agung Laksono menilai sudah biasa momen pemilu diwarnai isu SARA, seperti yang menimpa bakal calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belakangan ini.

Seperti diketahui, sejumlah ulama yang tergabung dalam Gerakan Ulama (Gema) Jawa Barat, awal pekan ini menyambangi Kantor DPP Partai Golkar dan meminta pembatalan rekomendasi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai bakal Calon Gubernur Jawa Barat.

BACA JUGA:

Gema Jabar Tuding Dedi Mulyadi Penggemar Patung

Di Jakarta, Ulama Jabar Minta Golkar Tak Calonkan Dedi Mulyadi karena Suka Bikin Patung

Gema menilai Dedi banyak melakukan kegiatan atau pembangunan yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti pembangunan patung pewayangan di daerah Kabupaten Purwakarta.

“Tinggal disikapi. Tetapi kita tahu ya Dedi Mulyadi itu seorang haji yang soleh, warganya pun baik,” tegas Agung, di Bandung, Jumat (11/8/2017).

Agung Laksono Yakin Golkar Usung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar

Perkara Dedi Mulyadi sangat kental dengan misi budaya Sunda, menurutnya sangat wajar karena setiap orang memiliki kecenderungan tersendiri dalam memahami atau menyukai sesuatu.

“Saya dapat informasi yang sangat positif kalau dia punya kepedulian terhadap budaya. Saya kira wajar saja, kan ada orang yang peduli kepada motor gede, peduli pada wayang golek, wayang kulit, olahraga, itu tidak apa-apa. Dia kan seorang muslim, Ketua KAHMI Jabar,” papar Agung yang didampingi Wakil Ketua DPD Partai Golkar MQ Iswara.

Terkait itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat Ade Barkah menilai isu yang dilemparkan kepada Dedi merupakan kampanye hitam. Padahal tuduhan dugaan penistaan agama terhadap Dedi Mulyadi sudah dihentikan Polda Jabar melalui surat dengan Nomor B/278/IV/2016/Ditreskrimum.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds