Memprihatinkan! Ribuan Sekolah SD di Jabar Terancam Roboh, Ratusan Rusak Total  

Salah seorang staf pengajar di SDN Saluyu menunjukan atap kelas yang harus ditopang bambu agar tidak roboh. FOTO: MOCHAMAD ANWAR/RADAR BANDUNG

Salah seorang staf pengajar di SDN Saluyu menunjukan atap kelas yang harus ditopang bambu agar tidak roboh. FOTO: MOCHAMAD ANWAR/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sejumlah gedung sekolah Dasar (SD) yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat kondisinya mengkhawatirkan. Banyak gedung SD yang  menunggu roboh.

Hal itu diungkapkan Direktur Pembinaan SD pada pada Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Wowon Widaryat.

Ia mencatat, ada 1.630 ruang kelas di Jabar kondisinya rusak berat dan hampir ambruk.

Bangunan SD rusak berat itu berada di pelosok terpencil Jabar seperti, Garut, Indramayu, Kabupaten Tasikmalaya, Sukabumi dan Cianjur Selatan.

Data tersebut didapat Kemendikbud dari pemetaan terhadap 20.487 sekolah. Dari jumlah tersebut, 2.979 sekolah yang disurvei. Jumlah ini dikerucutkan melalui verifikasi aktual menjadi 2.048 sekolah.

Baca Juga:

Pertama Sekolah, “Booking” Bangku Sebulan sebelum Masuk Hingga Paku Tas di Meja

Program Sekolah 5 Hari Ternyata Kemauan Presiden Jokowi

“Jumlah itu terbagi-bagi ada sekolah dan kelas yang rusak ringan, sedang, berat dan sama sekali tidak layak,” kata Wowon saat memantau Pendataan dan Pendistribusian Kartu Indonesia Pintar (KIS) di SD Halimun, Jalan Halimun, Bandung, Rabu (9/8/2017).

Kemendikbud juga mencatan 375 ruang kelas SD yang rusak total dan perlu dibangun dari awal.

Menurut Wowon, jika dibandingkan dengan Provinsi DKI Jakarta, Jabar merupakan provinsi yang mengalami kerusakan paling parah. Kondisi tersebut harus segera dibenahi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Di Jakarta juga ada gedung dan kelas yang rusak sedang, rusak berat, rusak total, tapi jumlahnya masing-masing hanya satu kelas,” ujar dia.

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB