345 Guru di Jabar Bobol Bank Hingga Rp36 Miliar, OJK Langsung Action

OJK. Foto: JPNN

OJK. Foto: JPNN

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat memanggil salah satu bank terkait adanya pembobolan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sekitar Rp 36 Miliar.

“Hari ini kita memanggil satu BPR. Besok, kita akan panggil 4-5 BPR lagi,” kata Kepala OJK KR 2 Jabar Sarwono kepada wartawan, Jumat (11/8).

BACA JUGA:

OJK Jabar Harus Genjot Sektor Ekonomi Potensial di Daerah

Kepala OJK Jabar Sebut Penanganan Investasi Bodong Belum Maksimal

Menurutnya, pemanggilan yang dilakukan ini dalam konteks pengawasan. Dalam hal ini, OJK hanya meneliti dan mendalami prosedur pemberian kredit hingga pembayaran angsuran. Terkait sanksi pidana, itu diserahkan kepada aparat Polda Jabar yang saat ini menangani kasus in.

Penelitian tersebut mengarah pada kelemahan. Sebelumnya, OJK pernah menemukan kasus serupa. Manajemen BPR diimbau memperbaiki kualitas pengucuran kredit kepada masyarakat.

“Intinya, pemberian kredit itu harus aman, prudence, dan tidak melanggar aturan. Karena ini hanya masalah operasional, kita tidak memberikan sanksi. Kita hanya melakukan pembinaan kepada manajemen untuk memperbaiki kelemahan,” jelasnya.

Sarwono menuturkan, pembobolan BPR tersebut dilakukan dengan cara penyaluran kredit dengan jaminan sertifikat sertifikasi guru. Dikabarkan, terdapat 345 debitur yang seluruhnya merupakan guru di Jawa Barat.

Kredit diberikan kepada guru yang memiliki sertifikat sertifikasi sebagai agunan. Dia menduga, ada upaya duplikasi sertifikat. Berdasarkan aturan, sertifikat guru yang dijadikan jaminan itu semestinya asli.

(nda)

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB