Menggapai King Of Digital, Telkom Dorong Sinergi Startup

Direktur Digital & Strategi Portfolio PT Telkom David Bangun (kiri) dan EGM Divisi Digital Service Arief Musta'in (tiga kiri) berdiskusi dengan binaan mereka di Indigo.id di sela Indigo Demo Day, baru-baru ini.

Direktur Digital & Strategi Portfolio PT Telkom David Bangun (kiri) dan EGM Divisi Digital Service Arief Musta'in (tiga kiri) berdiskusi dengan binaan mereka di Indigo.id di sela Indigo Demo Day, baru-baru ini.

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui program Indigo.id terus membangun sinergi antara startup-startup binaannya dengan Telkom Grup.

Sinergi dilakukan sebagai salah satu upaya Telkom Grup mencapai visi sebagai King of Digital di Asia Pasifik.

Direktur Digital and Strategic Portofolio PT Telkom David Bangun mengatakan, Telkom Grup harus melakukan sinergi untuk mengembangkan ekosistem inovasi.

“Mendorong ide kreatif untuk sinergi. Upayakan sinergi, kemenangan King of Digital akan menjadi kenyataan,” kata David Bangun dalam acara Indigo Day 2017 di Jakarta, baru-baru ini.

Hingga saat ini, startup dalam naungan Indigo.id sudah berjumlah 115 startup yang terbentang asalnya dari Aceh hingga Sulawesi.

Managing Director Indigo.id Ery Punta Hendraswara menjelaskan, sinergi startup dengan Telkom Grup telah mencapai segala bidang. Dia menyebutkan sinergi Telkom Grup dengan startup, di antaranya dengan RUN System, Kofera, Goers, dan Privyid.

“Itu secara umum sinergi yang telah berlangsung. Untuk RUN System, sinergi yang dilakukan dengan DES dan DBS yaitu ERP sistem untuk corporate customer dengan jumlah customer 29 serta nilai kontrak nyaris Rp10 miliar,” katanya.

Kofera sinergi dengan MD Media berupa whitelable platform Kofera dengan penghasilan sudah mulai signifikan. Hal senada terjadi pada Goers yang sinergi dengan MelOn yaitu channel penjualan tiket event MelOn berbasis komisi.

Sedangkan Privyid, sinergi yang terbangun berupa tanda tangan digital untuk registrasi online Indihome, yang mampu menghemat sekitar biaya Rp3.000 per registrasi online. Saat ini, sudah ada 1,3 juta pendaftar online, sekaligus digunakan dalam proses pengadaan internal.

“Yang lainnya adalah Kofera dengan Metranet untuk digital advertising, PAYFAZZ dengan Telkomsel untuk digital payment, Kartoo dengan Telkomsel untuk digital payment, Sonar, Synchro, dan Jasa Connect. Masih banyak yang diinisiasi,” tutur Ery.

Dia menambahkan, contoh lainnya startup yang direncanakan sinergi dengan Telkom grup adalah startup Sonicboom yang menawarkan komunikasi ultrasonik (di luar pendengaran manusia) dengan telepon genggam melalui suara.

“Nanti bisa banyak digabungkan dengan Indihome. Kita punya apps yang selalu sinkron dengan televisi, misalnya starwars nanti didorong dengan pesan di televisi itu, akan didapatkan digital adverstising. Jadi ada mainan Starwars, sehinga nanti nyambungnya dengan e-commerce,” jelasnya.

Ery menambahkan, startup saat ini berkembang pesat. Terlebih dengan adanya dukungan ekosistem, pemerintah dan masyarakat sebagai pengguna, maka makin banyak yang percaya dengan produk dan jasa startup.

Indigo, sambung dia, menguatkan ekosistem startup lainnya adalah dengan Indigo Day. Dengannya, startup berpeluang sinergi dan pengembangan open innovation produk startup digital ke Telkom Grup, sehingga sekaligus mendukung Gerakan Nasional 1000 startup digital.

(azm)

 

 

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB