Waduh, Mantan Cawabup Subang Jadi DPO Kejaksaan

Kasi Pidsus Kejari Subang, Taufik Effendi SH memperlihatkan surat penetapan AS sebagai DPO, (YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES TUNTASKAN)

Kasi Pidsus Kejari Subang, Taufik Effendi SH memperlihatkan surat penetapan AS sebagai DPO, (YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES TUNTASKAN)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG- Kejaksaan Negeri Subang menetapkan AS masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang).

Mantan calon Wakil Bupati (Cawabup) Subang dari Partai Demokrat pada Pilkada 2013 itu diduga terlibat dalam kasus bansos (bantuan sosial) bagi kelompok tani ikan senilai Rp2,9 miliar lebih pada tahun 2014.

BACA JUGA:

Agar Dana Desa Tak Dikorupsi, Perlu Ada Konsultan dan Pengawas

Teror kepada Aktivis Antikorupsi di Era Presiden SBY Juga Tak Terungkap

Selain telah ditetapkan tersangka, mantan anggota DPRD Subang ini telah dipanggil pihak kejaksaan sebanyak dua kali. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, mantan politisi Partai Demokrat tersebut tak kunjung datang.

Kasi Pidsus Kejari Subang, Taufik Effendi SH mengatakan, penetapan AS sebagai DPO merupakan lanjutan pengungkapan perkara dana bansos di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Subang. Sebelumnya, pihak kejaksaan juga telah memanggil AS sebanyak 2 kali. Namun hingga panggilan kedua, AS lagi-lagi mangkir.

Memasukan AS dalam DPO, kata Taufik, karena yang bersangkutan tidak pernah memiliki itikad baik untuk memenuhi panggilan pihak kejaksaan. “Tersangka sudah 2 kali mangkir dari panggilan,” ujar Taufik.

Masih menurut Taufik, tim kejaksaan juga mendatangi rumah AS untuk melakukan penjemputan paksa. Namun yang bersangkutan tak pernah ada. Tak hanya mendatangi rumah, pihaknya kejaksaan juga telah mendatangi sejumlah tempat yang diduga menjadi tempat bermukim AS.

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB