Pertanian Kemarau, Air Irigasi di Kab Bandung Barat Digilir

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab Bandung Barat akan melakukan pengaturan air di seluruh pintu irigasi, mulai wilayah selatan, tengah dan utara.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan pada lahan pertanian.

“Kita akan memanfaatkan air yang tersedia di setiap irigasi. Caranya melakukan sistem bergilir agar air tersalurkan ke sejumlah lahan pertanian atau lahan sawah,” ujar Kepala Bidang Pengairan, Tanwar Syarifudin didampingi Kepala Seksi Pengendalian Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KBB, Heru Rudias.

BACA JUGA:

Warga Terganggu Kemacetan Lembang yang Semakin Kronis, Jarak 10 Menit Jadi 1 Jam

Pemkab Bandung Barat Siapkan 15 Ribu Kalung Sehat Hewan Kurban

Tanwar menyebutkan, di Kab Bandung Barat terdapat 450 daerah irigasi. Terdiri dari 21 irigasi teknis, 10 irigasi semi teknis dan sisanya irigasi sederhana.

“Irigasi teknis itu memiliki bangunan memadai disertai dengan kelengkapan pengaturan air di pintu irigasi. Sementara, irigasi semi teknis dan sederhana belum memiliki kelengkapan di bangunan irigasinya,” ungkapnya.

Sementara, untuk sumber air wilayah selatan berada di Sungai Cidadap I, Cidadap II, Sungai Marta Singa dan Sungai Leuwigede, Sungai Cijenuk dan Sungai Citapos. Untuk wilayah tengah berada di Sungai Rajamandala, Pasir Angin Cipatat dan Pasir Kuntul Ngamprah. Untuk wilayah utara bersumber dari Sungai Cijanggel Cisarua, Cibodas dan Bongkok.

Tanwar menyebutkan, total area pertanian yang potensial mendapatkan pasokan air dari irigasi mencapai 35.700 hektare. Sementara, saat ini baru 25.000 hektare yang terairi dari irigasi.

“Ada sekitar 10.000 hektare lagi yang belum terairi dari irigasi. Kita akan coba optimalkan agar seluruh lahan pertanian mendapatkan pasokan air,” ungkapnya.

(bie)

 

loading...

Feeds

Bye Bye… CDMA…

PT Smartfren Telecom Tbk mengajak pelanggannya untuk beralih ke 4G LTE Advanced.