Banyak yang Tak Sadar, Medsos Punya Dampak Mengerikan bagi Remaja

POJOKBANDUNG.com – Perkembangan anak harus menjadi perhatian serius. Semakin berkembangnya anak, rasa keingintahuannya pun semakin besar.

Pengamat anak, Helga Worotitjan mengatakan, rasa ingin tahu anak ingin mencoba segala sesuatu. Termasuk yang mengarah ke tindakan yang menyimpang.

Apalagi dengan perkembangan media sosial. Memiliki pengaruh besar semakin cepatnya pemikiran anak.

“Dengan media sosial, eksistensi membuat segala sesuatunya dicoba. Tidak jarang yang memiliki unsur negatif. Misal pacaran dan bermesra-mesraan di tempat umum. Kemudian, disebar dengan harapan bisa membuat mereka dikenal dan menjadi bahan perbincangan,” terang Helga dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).

Mudahnya akses terhadap media sosial, juga membuat sebagian orang memanfaatkan momen mesra remaja. Mengambil gambarnya kemudian mengunggahnya. Atau mengunggah konten berbau pornografi. Dengan maksud ingin posting-annya ramai diperbincangkan.

Baca Juga:

Cara Bikin Website Media Sosial Seperti Facebook, Modalnya Cuma Segini 

Cara Mudah Bikin Website Lewat Smartphone

Merchandise Persib Bisa Diakses Bobotoh Lewat Website Resmi 

“Mereka tidak sadar, jika apa yang diunggah bisa menyangkut masalah hukum. Karena ada UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Atau tentang penyebaran pornografi. Kalaupun tidak tersandung hukum, biasanya terkena pada persoalan sosial,” paparnya.

“Ada hukuman langsung dari pembaca posting-an tersebut. Kemudian tersebar ke masyarakat.”

Salah satu efek sampingnya adalah semakin maraknya aksi bullying atau perundungan. Mental remaja yang masih belum terbentuk sempurna bisa berdampak buruk, khususnya meningkatnya kasus bunuh diri.

“Bullying jadi sesuatu yang lumrah dilakukan di media sosial. Mereka tidak sadar melakukannya karena tidak secara langsung berhadapan dengan objek bullying. Namun, efeknya kepada objek tersebut bisa berakibat fatal,” sebutnya.

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB