Peran Perempuan dalam Berpolitik

Jaja, S.Sos.,MM, Plt Kepala Kesbangpol Kabupaten Bandung Barat

Jaja, S.Sos.,MM, Plt Kepala Kesbangpol Kabupaten Bandung Barat

Oleh:  Jaja, S.Sos.,MM, Plt Kepala Kesbangpol Kabupaten Bandung Barat

POJOKBANDUNG.com – Keprihatinan terhadap kondisi kaum perempuan dalam memperjuangkan dan memenuhi hak-hak perempuan, tidaklah luput dari anggapan bahwa kondisi perempuan di Indonesia sangatlah tidak seimbang dalam hal pemenuhan aspirasi untuk memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia.

Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah laki-laki yang duduk di kursi parlemen untuk membicarakan dan membahas masalah-masalah publik yang mana tentunya mereka kurang peka terhadap kondisi dari perempuan Indonesia tersebut yang sebenarnya amat krusial.

Sehingga hal ini membuat perempuan Indonesia kurang mendapat perhatian khusus dari pemerintah dalam hal kebijakan.

Selain itu perhatian terhadap kehadiran kaum perempuan di panggung politik, diwarnai paling sedikit oleh dua pandangan. Pertama, berkaitan dengan masalah keadilan.

Tergambar dengan jelas bahwa sisa-sisa ketidaksamaan derajat antara pria dan wanita yang merupakan warisan dari masa kolonialisme telah menjangkiti masyarakat Indonesia.

Usaha untuk menghilangkan ketimpangan yang didasarkan pada jenis kelamin ini secara umum diartikan sebagai peningkatan keikutsertaan perempuan di segala bidang kegiatan, termasuk kesempatan untuk menduduki jabatan politik maupun administrasi pemerintahan.

Pandangan kedua, berkaitan dengan masalah yang secara umum dapat disebut “efektivitas”. Seharusnya suatu Negara tidak menyia-nyiakan bakat dan potensi kaum perempuan bagi usaha untuk menciptakan suatu pemerintahan, dan mengembangkan suatu sistem administrasi dan perekonomian yang mampu bersaing.

Di sisi lain, dapat dipastikan bahwa kebijakan yang efektif, misalnya dalam pembangunan ekonomi, akan lebih banyak dilandasi proses pengambilan keputusan yang mengikutserakan kaum laki-laki maupun kaum perempuan.

loading...

Feeds