Siap-siap! Tempat Wisata “Nakal” di Kabupaten Bandung Bakal Ditertibkan

Rancaupas, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Foto Ilustrasi Ferri Ahrial/Radar Bandung

Rancaupas, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Foto Ilustrasi Ferri Ahrial/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Bupati Bandung Dadang M. Naser geram dengan masih adanya lokasi wisata baru di Kabupaten Bandung yang mengubah, bahkan merusak, ekosistem alam.

Bupati telah memerintahkan dinas terkait di Kabupaten Bandung segera menertibkannya.

Bupati menegaskan, sudah menjadi kewajiban semua pihak menjaga ekosistem lingkungan. Pihaknya mengimbau pengusaha dan pengelola wisata alam di Kabupaten Bandung harus menjaga etika bangunan yang ada di sekitar wisata alam, bukan malah merusak alam.

“Dengan demikian, pelancong pun masih bisa merasakan suasana alam yang benar-benar natural,” jelas Dadang M. Naser, Rabu (2/8/2017).

Menurutnya, hingga saat ini di wilayah Kabupaten Bandung memang tersebar lokasi wisata alam yang menjadi tujuan baru bagi para wisatawan. Akan tetapi, beberapa lokasi wisata alam ini justru malah mengubah ekosistem alam.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Bandung akan bertindak tegas kepada pengembang tempat wisata yang merusak ekosistem alam.

Baca Juga:

Wisata Masa Lalu Lewat Naskah Kuno di Museum Sri Baduga Bandung

Mau Berakhir Pekan? Ini Dia Objek Wisata di Bandung Barat yang Layak Dikunjungi 

Dadang mengungkapkan, sejumlah pengembang wisata yang merusak ekosistem tentu akan ditertibkan. Dirinya mencontohkan seperti yang ada di kawasan wisata alam di daerah Ciwidey yang ditutup karena merusak lingkungan.

“Secara nasional, kita memang sedang gencar meningkatkan kunjungan wisata, demikian juga di Kabupaten Bandung. Akan tetapi, industri wisata juga harus berwawasan lingkungan. Jangan justru merusak lingkungan,” ungkapnya.

Namun, saat disinggung mengenai lokasi wisata alam di daerah Ciwidey yang ditutup Pemerintah Kabupaten Bandung itu, Dadang tidak menjelaskan secara terperinci.

Pihaknya tetap menindak pengelola wisata alam yang melanggar peraturan daerah, terlebih mengubah ekosistem alam.

“Meskipun di Ciwidey itu sudah ada investasi yang masuk, karena mengubah ekosistem alam dan juga melanggar perizinan, maka saya stop tidak boleh dilanjutkan,” tandasnya.

(nif)

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB