Polisi Sudah Periksa 14 Saksi Kasus Dugaan Limbah B3 di Cimahi Selatan

Saluran air dengan warna hitam pekat lantaran diduga terpapar limbah di Jalan Cibereum, Kota Cimahi, (Riana Setiawan)

Saluran air dengan warna hitam pekat lantaran diduga terpapar limbah di Jalan Cibereum, Kota Cimahi, (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI- Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra menyatakan, pihaknya sudah memeriksa sedikitnya 14 orang saksi yang merupakan warga terkena dampak dari limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), terkait dugaan pencemaran yang diakibatkan oleh aktifitas perusahaan di wilayah Cimahi Selatan.

“Pengembangan kasus ini menunggu hasil pemeriksaan labolatorium pencemaran 3 (tiga) objek limbah batu bara, limbah cair dan limbah B3,” kata Niko, di Mapolres Cimahi Jalan Amir Machmud, Kamis (3/8). (Baca: Walhi Jabar: Cimahi Selatan Darurat Limbah)

Ia mengatakan, setelah hasil uji labolatorium, pihaknya akan menentukan langkah penyelidikan selanjutnya.

“Jika terbukti ada perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan, lanjut Niko, dapat dikenakan pasal kelalaian ataupun kesengajaan. Tapi soal penentuan tersangkanya, harus menunggu hasil kajian laboratorium dulu. Bisa dikenakan pasal kesengajaan atau kelalaian, yang jelas kepastiannya setelah kajian ada,” paparnya.

Perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran dan melebihi ambang baku mutu dapat dijerat UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Secepatnya nanti bisa dibuktikan. Sekarang lagi proses uji lab,” pungkasnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Cimahi melakukan Sidak terhadap pabrik yang limbahnya diduga mencemari lingkungan di RW 9 Kelurahan Utama, Cimahi Selatan.

loading...

Feeds