Koalisi PPP-PKB, Uu Namakan Islam Bersatu

Bakal calon Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum

Bakal calon Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum

 

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bakal calon Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum intens berkomunikasi dengan partai lain di luar Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Salah satunya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diharapkan bisa berkoalisi, bahkan mendapat dukungan mayoritas masyarakat Jabar.

“Saya diusung PPP yang kemudian berkoalisi dengan PKB, saya akan menamakan koalisi Islam Bersatu. Karena PPP merupakan partai Islam dan PKB berbasis Islam,” ujar Uu kepada wartawan, Kamis (3/8/2017) malam.

Uu berharap, partai lain ikut bergabung untuk berkoalisi dengan partainya. Uu juga tak menutup diri kalau Partai Nasdem bisa berkoalisi, namun nama koalisinya tetap Islam Bersatu.

“Saya berharap, koalisi ini didukung mayoritas masyarakat Jabar. Hal ini karena Islam Jabar itu mencapai 98 persen. Sebab 98 persen Islam, mayoritasnya tidak bergabung dengan partai berasaskan dan berbasis Islam,” ungkapnya.

Ia menyatakan, dengan kehadiran dirinya justru bisa menjadi pemersatu dalam berpolitik bagi muslim Jabar. “Tidak bisa dipungkiri, kalau saya adalah kader partai Islam dan kehidupan saya itu bernuansa religius. Namun, itu semua kembali lagi ke PPP dan partai yang diusung,” tandasnya.

Ditanya soal cara menggaet Partai PKB agar mau berkoalisi dengan PPP, Uu akan melakukan komunikasi dengan struktur PKB termasuk yang ada didalamnya. “Saya itu orang Nahdlatul Ulama (NU), jadi NU itu partainya kalau nggak PPP, ya PKB. Itu akan memudahkan saya untuk berkomunikasi dengan PKB,” ucapnya.

Namun, lanjut Uu, ini semua diserahkan ke DPP PPP dan PKB, karena dirinya belum ada keputusan  secara legal formal  diusung PPP. “Sedangkan berkoalisi dengan PKB  Ini  hanya harapan dan keinginan saya selaku kader partai,” ungkapnya.

Sedangkan program yang akan ditawarkan, kata Uu, sudah dipersiapkan agar PKB mau berkoalisi. Kewajiban pemimpin itu ada tiga yakni, pertama berikan rasa aman sehinga tidak menimbulkan rasa was-was. Kedua, berikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sendiri. Ketiga, berikan rasa aman bagi umat yang melaksanakan ibadahnya termasuk non muslim. “Jadi tujuan pemimpin itu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kalau sudah mampu malaksanakan tiga (3) tugas pokok  pemimpin namanya pemimpin yang adil. “Tapi  kalau tidak bisa namanya pemimpin dzolim,” pungkasnya.

(apt)

loading...

Feeds

Bye Bye… CDMA…

PT Smartfren Telecom Tbk mengajak pelanggannya untuk beralih ke 4G LTE Advanced.