Antisipasi Radikalisme di Sekolah, XL Axiata Gelar “Youth Leadership Camp 2017”

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menyelenggarakan Program “Youth Leadership Camp 2017”

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menyelenggarakan Program “Youth Leadership Camp 2017”

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG –  Generasi muda yang berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat merupakan modal untuk membangun masa depan Indonesia. Namun pelajar usia belasan tahun  rentan terhadapberbagai pengaruh produk teknologi di era digital saat ini.

Untuk itu, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menyelenggarakan Program “Youth Leadership Camp 2017” di 3 kota (Yogyakarta, Semarang dan Jakarta). Tujuannya, membentuk karakter kepemimpinan pada para pelajar tingkat SMA/SMK yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital secara positif.

Program yang mendapatkan dukungan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia ini akan melibatkan total 300 pelajar.

Kepala Seksi Penyelarasan Kejuruan DitPSMK Saryadi, ST. MBA, Kasi Program Direktorat Pembinaan SMS Muamar Surawidarto, SE,. MBA dan Chief of Corporate Affairs  Officer  XL Axiata, Eka B. Danuwirana membuka program ini di Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (28/7/2017).

Baca Juga:

Layanan XL 4G LTE Kini Hadir di Seluruh Jawa Tengah 

Amankan Kualitas Layanan XL Terus Bangun Jaringan Fiber Optik 

Eka B. Danuwirana mengatakan, tujuan utama dari program ini adalah memperbesar kontribusi XL Axiata dalam membantu menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan membentuk generasi muda yang berkarakter di lingkungan pelajar tingkat SMA/SMK.

“Kami melihat, kepemimpinan merupakan bekal bagi para siswa untuk berkehidupan di masyarakat nantinya,” kata Eka B. Danuwirana.

“Melalui program ini diharapkan dapat mengatasi kekhawatiran akan pengaruh radikalisme serta intoleransi di kalangan pelajar tingkat SMA/SMK, sehingga kami menganggap perlunya suatu program yang dapat menumbuhkan dan menguatkan karakter para siswa.”

Eka menambahkan, Program “XL Youth Leadership Camp 2017” merupakan program pengembangan kepemimpinan yang bertujuan membantu para pelajar untuk mempersiapkan ketrampilan inovatif yang harus dimiliki oleh pemimpin muda di masa depan.

Menurutnya, program ini juga merupakan respons atas berbagai isu yang menerpa dunia pendidikan Indonesia, antara lain sikap radikalisme, tidak saling menghormati sesama termasuk perundungan, yang sebagian di antaranya terbentuk karena salah dalam memanfaatkan sarana digital.

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB