Tukang Ojek Konvensional Banting Stir Jadi Kuli Bangunan, Jawaban Kadishub Kab Bandung Mak Jleb!

POJOKBANDUNG.com, CILEUNYI– Pengemudi ojek konvensional (POK) mengecam kehadiran angkutan umum online‎. Sebab, pendapatan mereka menurun sejak hadirnya angkutan berbasis online.

Banyak dari mereka bahkan yang terpaksa banting stir menjadi buruh harian guna menyiasati sepinya penumpang yang sebagian besar beralih ke angkutan umum berbasis online. (Baca: Kalah Saing, Banyak Tukang Ojek Konvensional di Cileunyi Terpaksa Banting Stir Jadi Kuli Bangunan).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Teddy Kusdiana menyebutkan, kehadiran angkutan umum berbasis online tidak bisa dihindarkan. Namun, keberadaannya, menurutnya, harus tetap bisa bersinergi dengan angkutan konvensional, karena prinsip kesetaraan dan keadilan harus tetap diterapkan.

Kisruh Angkot Vs Ojek Online, Kasihan Penumpang Terlantar

Begini Solusi yang Tawarkan Kadin Atasi Polemik Ojek Online

“Harus menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.26 tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan umum tidak dalam trayek. Supaya berkeadilan,” kata Teddy.

Teddy mengitarakan, jika transportasi online sudah masuk ke dalam angkutan sewa khusus, dengan ketentuan kendaraan minimal 1000 cc dan kendaraan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB)‎ plat hitam harus ditandai stiker khusus serta untuk tarif batas atas diberlakukan 6000 per kilometer dan tarif bawah atas 3500 per kilometer.

“Kuota ini telah ditetapkan oleh Surat Keputusan (SK) Gubernur setelah mendapat persetujuan resmi dari Dirjen Hubungan Darat Kemenhub,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran angkutan umum berbasis online jadi cambuk bagi para pelaku usaha angkutan konvensional untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Sehingga persaingan secara sehat dapat direalisasikan oleh seluruh pelaku usaha.

(kim)

loading...

Feeds