Kalah Saing, Banyak Tukang Ojek Konvensional di Cileunyi Terpaksa Banting Stir Jadi Kuli Bangunan

POJOKBANDUNG.com, CILEUNYI– Pengemudi ojek konvensional (POK) mengecam kehadiran angkutan umum online‎. Sebab, pendapatan mereka menurun sejak hadirnya angkutan berbasis online.

Banyak dari mereka bahkan yang terpaksa banting stir menjadi buruh harian guna menyiasati sepinya penumpang yang sebagian besar beralih ke angkutan umum berbasis online.

BACA JUGA:

Kisruh Angkot Vs Ojek Online, Kasihan Penumpang Terlantar

Begini Solusi yang Tawarkan Kadin Atasi Polemik Ojek Online

Salah satunya, Rahmat,48, pengemudi ojek konvensional di kawasan Paledang, Cileunyi, Kab Bandung mengaku,  beralih profesi sejak beberapa bulan terakhir menjadi buruh harian.

‎”Percuma kalau mangkal, sepi terus. Lebih baik jadi kuli bangunan dulu meskipun penghasilan yang didapatkan tidak terlalu besar seperti menjadi pengemudi ojek,” keluh Rahmat.

Ia mengatakan, sebelum banting stir, ia rata-rata bisa memeroleh penghasilan Rp 150.000 lebih dalam sehari. Namun setelah maraknya angkutan online, pendapatan berkurang 50 persen.

“Untuk tarif kami mematok Rp 10 – Rp 20 ribu dengan rute ke Perumahan di sekitar Gunung Manglayang, tetapi dengan adanya taksi online penumpang bisa merogoh kocek yang sama dengan jarak yang cukup jauh,” katanya.

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB