Harga Garam Naik, Ikan Asin Ikut Mahal

Harga Garam Naik, Ikan Asin Ikut Mahal

Harga Garam Naik, Ikan Asin Ikut Mahal

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Pasokan garam langka di pasaran. Hal itu, berimbas pada kenaikan harga beberapa komoditas, salah satunya ikan asin.

Kenaikan harga yang terjadi sepekan terakhir ini dirasakan seluruh pedagang ikan asin di Pasar Soreang, Kab Bandung. (Baca: Waduh Gimana Nih, Garam Beryodium Langka di Daerah Penghasil Garam

‎Kenaikan yang terjadi sejak dua pekan lalu itu sudah terprediksi oleh para pedagang, mengingat stok ikan asin di Pasar Soreang merupakan stok lama sebelum harga garam melonjak hingga Rp 5.000/kg.

Cucu Mulyati,44, pedagang ikan asin di Pasar Soreang mengatakan, harga dari agen mulai naik 14 hari kebelakang. Salah satunya jenis ikan asin peda kecil yang semula Rp 30.000 per 10 kilogram (satu box) menjadi Rp 34.000.

Ikan asin sepat juga mengalami kenaikan harga dari semula Rp 31.000 ribu per 18 kg menjadi Rp 54.000.

‎”Beberapa jenis belum terasa kenaikannya karena di agen masih ada stok lama. Untuk saat ini pembelian dibatasi oleh agen karena dampak kenaikan harga garam,” ungkap Cucu.

Terpisah, Ujang agen di Pasar Soreang menyebutkan harga ikan asin saat ini mengalami kenaikan hingga 50 persen. Menurut informasi yang dia peroleh dari pusat produsen ikan asin di Pantura dan agen di Pasar Andir Kota Bandung kenaikan harga tak hanya disebabkan naiknya harga garam, tapi juga keterbatasan bahan dasar (ikan laut).

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB