Sri Mulyani Bilang Nilai Rupiah Perlu Disederhanakan, dan Ini Tahapan Redenominasi di Indonesia

Sri Mulyani. Foto: JPNN

Sri Mulyani. Foto: JPNN

POJOKBANDUNG.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku diminta Presiden Jokowi berkoordinasi dengan gubernur BI untuk membahas lebih lanjut RUU Redenominasi.

Pembahasan komprehensif itu menyangkut detail dan manfaat redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang dengan menghilangkan beberapa nol di belakang angka.

Termasuk studi terkait negara-negara yang sudah lebih dulu berhasil menerapkan hal tersebut.

”Presiden meminta supaya dibahas dulu secara detail dari sisi manfaat dan penjelasan ke masyarakat,” ungkap Sri Mulyani di gedung DPR kemarin.

Baca Juga: Redenominasi Rupiah, Harga Barang 10 Ribu Jadi 10 Saja

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu melanjutkan, pihaknya mengupayakan agar RUU Redenominasi masuk prioritas prolegnas tahun ini.

Pihaknya maupun gubernur BI juga telah mengomunikasikan hal tersebut kepada parlemen.

Kata Ani, sapaan akrabnya, yang terpenting perlu disampaikan kepada publik adalah keberhasilan pelaksanaan redenominasi di negara-negara lain.

Sebab, hal itu menunjukkan bahwa penyederhanaan nominal mata uang adalah hal yang bisa dilakukan.

”Proses di negara lain bisa dijadikan referensi. Sehingga kita tidak berpikir dalam situasi yang seolah-olah sesuatu yang sama sekali baru dan tidak bisa dikelola,” tuturnya.

Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani menjelaskan, sejauh ini belum ada kepastian berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk memberlakukan redenominasi.

Dia hanya menekankan, saat ini yang ada di Kemenkeu hanya anggaran untuk pengajuan RUU.

”Kalau hanya untuk pembahasan RUU, anggarannya cuma sedikit. Tapi, kalau untuk yang lainnya, kami belum hitung,” terangnya.

Tahap Menuju Redenominasi di Indonesia

2017 Pengesahan UU Redenominasi

2018–2019 Persiapan pelaksanaan redenominasi

2020–2024 Redenominasi dimulai, berlaku dua jenis mata uang dan dua jenis harga barang

2025–2029 Face out, uang lama dengan nominal besar ditarik dari peredaran

2030 Mata uang baru hasil redenominasi berlaku penuh, harga baru barang mengikuti

Sumber: Bank Indonesia

(byu/ken/jun/c9/oki/indopos)

loading...

Feeds

Wah! Peringkat ITB Digeser UGM

Nasir mengumumkan UGM behasil menempati posisi pertama dengan skor 3,66 poin, menggantikan ITB (3,53 poin). Di bawahnya disusul IPB