Setya Novanto Pernah Jadi Pria Tertampan, Licin dalam Banyak Kasus

Ketua DPR Setya Novanto menjadi tersangka korupsi e-KTP (HENDRA EKA/JAWA POS)

Ketua DPR Setya Novanto menjadi tersangka korupsi e-KTP (HENDRA EKA/JAWA POS)

POJOKBANDUNG.com – Status tersangka dalam kasus korupsi bukan hal asing bagi Setya Novanto. Berkali-kali dia nyaris menyandang predikat tersebut.

Namun, berkali-kali itu pula dia lolos. Kali ini, KPK mengumumkan Setya Novanto tersangka korupsi e-KTP, Senin (17/7). Status tersangka ini adalah yang pertama disandang pria kelahiran 1955 tersebut.

Berdasar catatan yang dihimpun Jawa Pos (grup pojokbandung.com), Setnov -sapaan karib Setya Novanto- sudah nyaris menjadi tersangka pada 1999. Dia diduga terlibat dalam skandal Bank Bali dengan kerugian negara mencapai Rp904 miliar.

Dalam kasus yang menyeret Rudy Ramli, pemilik Bank Bali, itu Setnov lolos setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) mengeluarkan surat perintah penghentian perkara (SP3) pada 2003.

Dua tahun berikutnya, pada 2005, nama Setnov muncul dalam dugaan penyelundupan 60 ribu ton beras Vietnam. Perkara tersebut ditangani Kejagung. Setnov selaku bos PT Hexatama Finindo diduga tidak membayar pajak dengan nilai yang sebenarnya.

BACA JUGA:

Walah! setelah Setya Novanto Tersangka, Mahfud MD Sebut Masih Banyak Hiu Koruptor E-KTP

Setnov Tersangka E-KTP, Negara Rugi Rp 2,3 Triliun

Fadli Zon Siap Gantikan Setya Novanto di Pucuk Pimpinan DPR

Segini Ternyata Harta Kekayaan Setya Novanto

Dari jumlah 60 ribu ton, hanya 900 ton beras yang dibayar pajaknya.

Setnov juga pernah tersangkut kasus impor limbah beracun dari Singapura ke Batam pada 2004. Kasus itu baru muncul ke publik pada 2006 ketika lebih dari 1.000 ton limbah beracun asal Singapura mendarat di Pulau Galang.

Kasus beras maupun limbah beracun menguap tanpa proses yang jelas.

Pada 2012, ketika namanya mulai moncer sebagai politikus papan atas, Setnov disebut terlibat dalam korupsi PON Riau.

Kasus tersebut menyeret Gubernur Riau sekaligus kader Partai Golkar Rusli Zainal. KPK pernah memeriksa Setnov karena pernah ditemui Rusli. Mereka diduga pernah melakukan pembicaraan terkait proyek pembangunan sarana dan prasarana PON 2012.

Namun, Setnov akhirnya selamat.

loading...

Feeds