Orang Tua Harus Mengubah Kebiasaan Ketika Hari Pertama Anaknya Sekolah

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com – Sebagian orang tua mulai cemas di hari pertama anaknya masuk SD. Kekhawatiran ini didasari karena adaptasi siswa baru belum mendapat kepercayaan ibu-bapaknya.

Hal tersebut dirasakan Elta (32). Menurutnya, hari pertama menyekolahkan anak ke Sekolah Dasar (SD) menjadi momen penting. Meskipun Jibril (7) puteranya yang akan masuk sekolah, namun dia justru merasa waswas, cemas bahkan timbul kekhawatiran.

Misalnya, ia cemas kalau Jibril mogok tak mau melanjutkan sekolah, karena tidak mau di tinggal saat waktu jam pelajaran.

“Kurikulum SD kan sekarang sudah berbeda jauh sama TK yang banyak memberikan waktu luang untuk bermain. Saya khawatir, saya nggak ada waktu untuk menemani Jibril main. Saya kan bekerja. Saya belum memahami manajeman waktu ketika anak saya sudah SD,” kata dia kepada Radar Bandung.

BACA JUGA:

Ini Tips Membantu Anak Saat Menghadapi Hari Pertama Sekolah

Antar Hari Pertama Anak Sekolah, Orangtua Harus Tetap Produktif

Orangtua Jangan Paksakan Kehendaknya kepada Anak, Berbahaya

Orangtua Teman Curhat Terbaik bagi Anak

Meskipun demikian Elta tak merasa khawatir dengan kematangan usia anaknya. Di usia yang sudah 7 tahun, ia yakin puteranya sudah mampu memahami pelajaran tingkat SD.

“Ya, menghadapi SD saya yakin Jibril sudah bisa memahami mata pelajarannya karena ada beberapa hal yang cukup menonjol. Kalau urusan kemandirian anak saya belum terlalu mandiri, ada banyak hal yang perlu di pelajari olehnya,” ujarnya.

Selain itu, Elta juga cemas dengan waktu jam sekolah. Menurutnya ketika TK waktu masuk sekolah agak siang, memasuki SD cenderung lebih pagi.

“Intinya akan merubah kebiasaan, karena itu merubah waktunya nggak sebentar dan nggak mudah juga, yang pasti akan merubah sistem di rumah. Kita akan sering menyiapkan sesuatu di rumah lebih pagi,” tuturnya.

(elg)

loading...

Feeds

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj (Dok.JawaPos)

NU Kutuk Pemerintah Israel  

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengutuk penguasaan kawasan Masjid Al Aqsa oleh pemerintah Israel.