BPJS Kesehatan Cimahi: Cegah Kanker Serviks tanpa Kompromi

‎BPJS Kesehatan Cabang Cimahi melakukan sosialisasi bulan deteksi dini kanker serviks bagi peserta JKN-KIS di Puskesmas Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (13/7).

‎BPJS Kesehatan Cabang Cimahi melakukan sosialisasi bulan deteksi dini kanker serviks bagi peserta JKN-KIS di Puskesmas Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (13/7).

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Penanganan penyakit kanker serviks sebaiknya dideteksi sejak awal agar lebih mudah diobati. Namun kebanyakan penderitanya baru mengetahui setelah stadiumnya sudah parah. Sehingga pengobatannya menjadi berat dan otomatis biayanya pun menjadi mahal.

Kepala BPJS Cimahi Yudha Indrajaya mengatakan, temuan penderita kanker serviks di Indonesia jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Akibatnya kasus kematian akibat penyakit ini semakin sering ditemui di masyarakat.

BACA JUGA:

BPJS Cimahi Buka Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Buruh

BPJS Cimahi Alokasikan JKN-KIS kepada Perangkat Desa KBB

BPJS Cimahi Masih Terganjal Paradigma Masyarakat

“Penyakit ini umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut. Akibatnya proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih tinggi,” katanya dalam sosialisasi Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks bagi peserta JKN-KIS di Puskesmas Batujajar, Kab Bandung Barat, baru-baru ini.

Berdasarkan data peserta BPJS Kesehatan secara nasional tahun 2016, jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp56,5 miliar.

Sementara di tingkat Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp87,1 miliar.

Sementara itu berdasarkan data per 7 Juli 2017, terdapat 1.359.069 jiwa penduduk Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

loading...

Feeds