Pemimpin ISIS Tewas, Kekuatan Tersisa 1.000 Militan

Tentara Irak merayakan kemenangan ketika berhasil merebut Mosul dari kekuasaan ISIS. Foto: AFP

Tentara Irak merayakan kemenangan ketika berhasil merebut Mosul dari kekuasaan ISIS. Foto: AFP

POJOKBANDUNG.com, WASHINGTON – Kelompok radikal ISIS kalah di Iraq dan kian tersudut di Syria. Perkembangan terbaru, kekuatan kelompok itu juga pudar di Afghanistan setelah pasukan Amerika Serikat (AS) menghabisi Abu Sayed, pemimpin tertinggi ISIS Afghanistan.

Kabar tersebut dirilis Pentagon. ”Abu Sayed tewas dalam serangan pada 11 Juli di sarang ISIS Wilayah Khorasan di Provinsi Kunar.” Demikian bunyi keterangan tertulis Departemen Pertahanan AS.

BACA JUGA:

Miris! Cerita Seks dari Istri-istri ISIS yang Melarikan Diri

Gawat! Polisi Deteksi Puluhan Militan ISIS Mudik ke Indonesia, Ada Koki Ada Juga Ahli IT

Keluarganya Dibantai, Pria Ini Balas Penggal Kepala 50 Militan ISIS setelah 3 Tahun Jadi Polisi

ISIS Wilayah Korasan yang disingkat IS-K atau ISIS-K adalah sebutan untuk cabang ISIS yang beroperasi di Afghanistan dan Pakistan.

Kelompok radikal itu kali pertama muncul pada 2015 di dua provinsi perbatasan Afghanistan dan Pakistan, Kunar dan Nangarhar.

Selain Abu Sayed, aksi udara AS pada Selasa (11/7) itu menewaskan sejumlah militan. Menurut Jenderal John Nicholson, komandan pasukan gabungan AS-Afghanistan, jumlah ISIS-K di negara yang dipimpin Presiden Ashraf Ghani tersebut sudah jauh berkurang.

”Yang tersisa mungkin tidak sampai 1.000 militan di seluruh Afghanistan,” katanya.

loading...

Feeds