Pakar Komunikasi: Blokir Telegram, Pemerintah Gagal Paham

POJOKBANDUNG.com- Pemerintah memblokir situs web Telegram dengan alamat web.telegram.org. Pemblokiran mengundang reaksi pengguna.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Komunikasi Digital, Anthony Leong menyatakan bahwa langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merupakan sebuah langkah kemunduran.

BACA JUGA:

Telegram Saluran Komunikasi Favorit Teroris

Heboh, Netizen Blokir Akun Twitter Presiden Jokowi

“Gagal paham jika langsung diblokir, ini kemunduran teknologi di tengah kemajuan zaman. Jika memang ada keluhan soal konten bisa langsung disurati ke Telegram, tapi nyatanya sampai sekarang menurut CEO Telegram belum menerima permintaan resmi dari Indonesia,” kata Anthony dalam siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (16/7).

Pengusaha muda itu menyebut banyak kerugian yang dialami masyarakat jika telegram dan aplikasi media sosial ditutup dari segi pertumbuhan ekonomi.

“Bagaimana kita bisa terus berkembang dalam ekonomi jika media sosial nantinya ditutup. Ini telegram ditutup saja berapa banyak UMKM yang merugi, berapa banyak pedagang online yang omsetnya turun signifikan. Ini harus jadi konsen pemerintah,” tegas Anthony.

Anthony menyebut ancaman Kemenkominfo dalam mentup media sosial asing jika tidak membuka kantor di Indonesia merupakan ancaman yang kurang relevan.

“Sekarang kita di zaman serba digital, perusahaan media sosial itu platformnya yang dijual. Sama seperti Uber, apa dia harus sediakan taksi, Airbnb juga tidak perlu miliki hotel sendiri untuk penyewaan. Ini hanya soal teknis. Cukup koordinasi dengan PIC yang ditunjuk untuk wilayah-wilayah tertentu,” tuturnya.

loading...

Feeds

PKS: Oded Harus Jadi Bandung 1

DPD PKS Kota Bandung resmi menjadikan Wakil Walikota Bandung, Oded M Danial sebagai calon yang akan diusung pada Pilwalkot Bandung …