Kabupaten Bandung Hasilkan 1.400 Ton Sampah per Hari

 POJOKBANDUNG.com, ‎BALEENDAH – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung menyebutkan produksi sampah di Bandung Raya saat mencapai 4.000 ton dalam satu hari. Hampir 30 persen merupakan  sampah dari Kabupaten Bandung.

‎Kepala DLH Kabupaten Bandung, Asep Kusumah mengatakan, setiap orang dalam menghasilkan 2 setengah liter dalam satu hari. Jika dihitung keseluruhan sampah di Kabupaten Bandung mencapai 1.400 ton per harinya.

“Itu adalah yang masuk kedalam hitungan rasio,” kata Asep saat tengah meninjau di Terminal Bale Endah, Bale Endah, Kabupaten Bandung.

Asep mengatakan, permasalahan sampah yang semakin meningkat di Kabupaten Bandung diakibatkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pemilahan sampah, sehingga sampah dibuang begitu saja. “Yang paling mudah adalah melibatkan masyarakat, jadi sebelum direduksi ke TPA kita pilah dulu dibank sampah berdasarkan jenis,” ujarnya.

Guna mengentaskan permasalahan tersebut, pihaknya akan lakukan pojok edukasi untuk masyarakat supaya paham dengan pengelolaan sampah. Mengingat jumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang banyak di Kabupaten Bandung akan sia-sia jika masyarakat tak mampu teredukasi. “Salah contoh kita bentuk Gerakan Pungut Sampah (GPS) di setiap sekolah,” ucapnya.

Asep mengatakan jika jumlah rasio produksi sampah 4.000 ton dalam satu hari. Dapat dipastikan TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat lambat laun tidak terus bisa menampung. “Hingga 2018 TPA Sarimukti tidak mampung menampung produksi sampah Bandung raya,” terangnya.

Sementara‎ Bupati Bandung, Dadang M Naser mengatakan sampah akan bermasalah jika tetap dibuang secara tidak terpisah. Untuk itu dengan melibatkan seluruh stake holder permasalahan tersebut dapat dituntaskan. “Masyarakat belum seluruhnya sadar, jadi jika masyarakat sadar pembuangan sampah berdasarkan jenisnya akan efektif,” ujarnya.

Dikatakan jika masyarakat tidak memiliki kesadaran lebih terhadap permasalahan sampah, Dadang menyebutkan sebenarnya masyarakat secara tidak sadar telah membuang pundi-pundi uang. ‎”Di negara maju sampah dipilah tidak asal buang, seperti di Jepang jika terdapat kesalahan mengenai sampah, akan dihukum,” tandasnya.

(kim)

loading...

Feeds