Pungutan Pedagang Pasar Tagog Padalarang Sesuai Perda

pedagang di KBB menunjukkan potongan karcis yang diduga bukti pungutan yang dilakukan oknum Dishub KBB. FOTO: BWO

pedagang di KBB menunjukkan potongan karcis yang diduga bukti pungutan yang dilakukan oknum Dishub KBB. FOTO: BWO

POJOKBANDUNG.com – Kepala Bidang Teknis Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat, Fauzan mengatakan, pungutan yang dilakukan pihaknya diperuntukan bagi pedagang yang menggunakan fasilitas Terminal Tagog, Padalarang.

“Salah kalau kita melakukan pungutan kepada pedagang di luar aset terminal,” ujar Fauzan, saat hubungi, kemarin.

Tentunya, sambung Fauzan, pungutan sebesar Rp3.500 kepada pedagang sesuai dengan Peraturan Daerah No 11 Tahun 2010 tentang retribusi bidang perhubungan.

“Kita dasarnya ada yakni perda kalau tidak ada itu bahaya,” sebutnya.

Menurut Fauzan, pihaknya lebih mengendepankan sisi kemanusian bagi yang menggunakan fasilitas penunjang milik dishub.

Baca Juga: Pedagang Pasar Tagog Padalarang Ngamuk Dikarcis Oknum Dishub

“Kita rangkul semua tidak hanya angkutan umum tapi juga pedagang yang lama kita fasilitasi,”.

Termasuk, kata Fauzan, melakukan sosialisasi terlebih dahulu ketika melakukan penataan terminal.

“Dari dulu juga sudah dilakukan sosialisasi ketika penataan terminal termasuk mempertahankan pedagang agar tetap bisa berjualan,” ungkapnya.

Sementara itu,  Kepala Terminal Pasar Tagog Padalarang, Asep Herman mengatakan, ada sekitar 160 pedagang yang menggunakan fasilitas penunjang termaninal dan dikenai retribusi sebesar Rp3.500.

“Jadi kami memungut tidak sebarang ada aturannya,” tegasnya.

Seperti diketahui, pedagang Pasar Tagog Padalarang yang menggunakan fasilitas penunjang milik dishub dipungut setiap harinya.

“Termasuk angkutan umum yang masuk ke dalam terminal juga para pedagang yanh berjualan di sana. Tapi kalau pedagang yang berjualan saja, kalau tidak jualan ya tidak kami pungut,” jelasnya.

(bwo)

loading...

Feeds