Jaringan Bom Panci Bandung, Kelompok AR Adalah Sel Baru Jamaah Anshar Daulah

Penggeledahan kediaman AR, terduga jaringan bom panci, di Kampung Parigi, Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (13/7/2017). FOTO: Hakim Baihaqi

Penggeledahan kediaman AR, terduga jaringan bom panci, di Kampung Parigi, Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (13/7/2017). FOTO: Hakim Baihaqi

POJOKBANDUNG.com – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Mabes Polri menggeledah kediaman AR, terduga jaringan bom panci, di Kampung Parigi, Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (13/7/2017).

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, penggeledahan itu terkait ledakan bom panci di Buah Batu, Bandung, Sabtu malam (8/7/2017) lalu.

Yusri mengatakan AR juga bersama AW dan SW dalam perakitan bom tersebut.

“Mereka adalah satu jaringan yang akan melakukan pengeboman di beberapa titik di Kota Bandung dan AR membantu AW dalam perakitan,” kata Yusri saat penggeledahan di kediaman AR, Kampung Bojong Parigi, Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay.

‎Hasil interogasi sementera polisi, pada Mei lalu AR berencana melakukan pengeboman di Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung. Namun aksi teror ini tidak berhasil.

BACA JUGA:

Bom Panci Bandung, Ridwan Kamil Mau Efektifkan Program Rapor Warga

Orangtua Agus Wiguna, Pelaku Bom Buahbatu Bandung Pasrah Anaknya Ditangkap Polisi

Polisi Selidiki Surat Bertuliskan JAD di Kamar Agus Wiguna

Pelaku Bom Panci Bandung Penyendiri, di Masjid pun Enggan Salat Berjamaah

Polisi Bawa Barang Bukti Bahan Peledak dari Rumah Perakit Bom Buahbatu Bandung

Yusri menuturkan, saat ini pihaknya tengah lakukan pendalaman kasus teror bom panci tersebut.

Ia menyebut, para terduga teroris tersebut sel baru Jamaah Anshar Daulah (JAD). Jaringan ini belum begitu terstruktur namun sudah memiliki sasaran. Saat penggeledahan Sabtu lalu, tim Densus 88 menemukan selebaran yang ditulis oleh AW.

“Dalam selebaran tersebut dituliskan jika mereka berencana melakukan aksi di Jawa Barat dan kemudian akan berpindah keluar negeri,” kata Yusri.

Dalam penggeledahan di tiga lokasi, pihaknya berhasil menemukan paspor baru yang dipastikan akan dipergunakan para terduga teroris tersebut untuk bergabung dengan jaringan terorisme di luar negeri.

Yusri menyebutkan para terduga teroris ini berkomunikasi melalui media sosial dan handphone.

Mereka juga belajar merakit bom melalui Internet, di mana tiga hari sebelum kejadian mereka membuat bom panci namun tidak berhasil.

loading...

Feeds