Terowongan Air Curug Jompong Diklaim Bakal Jadi Solusi Banjir Bandung Selatan

Sedimentasi sungai Citarum. FOTO:  Hakim Baihaqi/Radar Bandung

Sedimentasi sungai Citarum. FOTO: Hakim Baihaqi/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Terowongan air curug Jompong yang dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum diklaim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung sebagai salah satu cara Penangangan banjir di Bandung selatan.

Pembangunan tersebut terbentang dari Dayeuhkolot hingga Kutawaringin.

“Guna mengatasi banjir di Kabupaten Bandung perlu terowongan air, jadi saat musim hujan dibuka dan kemarau ditutup,” kata Bupati Bandung, Dadang M Naser saat ditemui Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, baru-baru ini.

Sedimentasi yang terjadi di sepanjang sungai Citarum tepatnya di Baleendah – Dayeuhkolot ini amat memprihatinkan.

Hal itu dikarenakan terjadinya pembukaan lahan alih fungsi, sehingga lumpur dari hulu sungai terbawa arus hingga hilir sungai Citarum.

Sedimentasi yang terjadi saat ini di sungai Citarum Baleendah – Dayeuh Kolot setinggi pinggang orang dewasa (60 centimeter) di atas permukaan air sungai.

BACA JUGA:

Industri Cemari Sungai Citarum, Ini Tanggapan Gubernur Jabar

Sampah Kian Jadi Masalah Serius di Kota Bandung

Petugas Kebersihan di Cimahi Mulai Kewalahan Bersihkan Sampah Usai Lebaran

Lebih parahnya, sedimentasi tersebut memakan setengah lebar sungai Citarum.

Dadang menyebut solusi terowongan air dan pengerukan sedimentasi bukanlah satu-satunya cara penanganan banjir di Kabupaten Bandung.

Ia menambahkan jika di wilayah Kabupaten Bandung terdapat 14 anak sungai mati yang dapat dipergunakan kembali untuk aliran air.

‎”Pengerukan tidak cukup untuk tangani banjir di Dayeuhkolot dan sekitarnya, terowongan air dibutuhkan,” klaimnya.

loading...

Feeds