Pemkot Bandung Larang Becak, tapi Kok Tidak Ada Sosialisasi dan Solusinya untuk Tukang Becak

Larangan terhadap becak perlu sosialisasi sekaligus solusi. Foto: Murwani

Larangan terhadap becak perlu sosialisasi sekaligus solusi. Foto: Murwani

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mulai mensosialisasikan larangan terhadap becak yang melintas di zona merah atawa terlarang.

Hanya saja, dishub belum mengantongi data jumlah becak yang beroperasi di Kota Bandung.

“Kami memang belum punya data tentang berapa jumlah becak yang beroperasi, dan berapa jumlah pengusaha becak di Kota Bandung,” ujar Kepala Dishub Kota Bandung Didi Ruswandi, kepada wartawan Senin (10/7/2017).

Meski demikian, masalah data disebut bukan kendala berarti.

Sejauh ini, larangan diterapkan baru pada 3 kawasan, yaitu Jalan Otista, Jalan Dalem Kaum dan Jalan Asia Afrika.

Meski sebenarnya, lanjut Didi, yang termasuk zona terlarang adalah semua jalan protokol.

Baca Juga:

Giliran Tukang Becak dan Penumpangnya yang Dilarang Melintas di Zona Merah Bandung

Polisi Razia Tukang Becak, Dompetnya yang Kosong Diisi

Di sisi lain, penertiban yang dilakukan tim gabungan Dishub, Satpol PP dan aparat, rupanya tidak dibarengi dengan sosialisasi kepada para tukang becak di kawasan terlarang.

Padahal, berdasarkan rencana denda akan diberlakukan mulai Senin (10/7/2017). Denda berlaku untuk tukang becak dan penumpang yang melintas di zona terlarang.

“Makanya, sekarang kita lakukan sosialisasi dulu. Kalau ada yang sangat membangkang, baru kita lakukan denda,” tegasnya.

Sebenarnya, Pemkot Bandung tidak melarang becak beroperasi. Beca boleh beroperasi di kawasan tertentu saja.

“Bisa saja ke depan becak hanya beroperasi di kawasan wisata. Jadi tidak di sembarang tempat,” katanya. ‎

loading...

Feeds