Pedagang Pasar Tagog Padalarang Ngamuk Dikarcis Oknum Dishub

pedagang di KBB menunjukkan potongan karcis yang diduga bukti pungutan yang dilakukan oknum Dishub KBB. FOTO: BWO

pedagang di KBB menunjukkan potongan karcis yang diduga bukti pungutan yang dilakukan oknum Dishub KBB. FOTO: BWO

POJOKBANDUNG.com – Pedagang Pasar Tagog Padalarang protes terkait pungutan yang diduga dilakukan oknum Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Para pedagang Pasar Tagog yang berjumlah 160 pedagang ini dipungut sebesar Rp3.500 per karcis. Pungutan itu biasa dilakukan oknum dishub yang biasa mengkarcis pukul 06.30 ke tiap pedagang.

Dalam sehari pungutan itu bisa mencapai Rp560.000.

“Bahkan buta hari petugas sudah melakukan pungutan sepertinya ketakutan ketahuan, malahan karcis tidak pernah dikasihkan juga kepada pedagang,” kata salah seorang tokoh pedagang Pasar Tagog Padalarang, Haji Nandang,61, kemarin.

Jika dijumlahkan sebulan sekitar Rp16 juta pungutan itu dilakukan oleh dishub. “Kemanakan uang itu?” tanya Nandang.

Nandang mempertanyakan kapasitas dishub melakukan pungutan itu kepada tiap pedagang.

BACA JUGA:

Padalarang Diserang Kemacetan Parah, Pemkab Bandung Barat Bangun Jalan Lingkar

Rongsokan Mortir Meledak di Bandung Barat, Satu Orang Tewas Mengenaskan

“Dishub kan kapasitasnya bukan untuk pedagang tapi angkutan umum, dan motor, kenapa ini kok mungutnya kepada pedagang,” katanya.

Pedagang mengeluh, dengan kondisi saat ini dagangan sepi, tapi pungutan jumlahnya lumayan besar. ” Saya sehari harus bayar karcis keseluruhan Rp13 ribu,” katanya.

Jika dalam seminggu ini tidak ada kejelasan soal pungutan itu kepada pedagang, Haji Nandang mengancam  akan aksi ke dishub mempertanyakan pungutan tersebut.

“Saya mibta kepada pemerintah jangan sampai dishub memungut kepada pedagang kaki lima karena itu bukan kapasitasnya,” tuturnya.

Kepala Bidang Teknis Prasarana Dishub, Fauzan mengelak telah melakukan pungutan tersebut. Menurutnya, pungutan karcis hanya dilakukan kepada pedagang yang menggunakan fasilitas penunjang dishub.

“Tapi saya akan tanyakan dulu kepada kepala terminalnya untuk kejelasannya,” katanya.

(bwo)

loading...

Feeds