Komisi I DPR Curigai Daerah Urban Jadi Sarang Teroris

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin.

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wa‎kil ketua Komisi I DPR RI, Tubagus (Tb) Hassanuddin, mencurigai daerah yang menjadi tujuan urbanisasi sebagai sarang teroris.

Untuk itu, kata pria yang membidangi komisi pertahanan itu, guna menangkal teroris diperlukan perbaikan administrasi dalam kondisi sosial dan kemananan.

‎Ia melihat, longgaranya pendataan administrasi membuat para teroris leluasa sembunyi.

“‎Saya tidak akan bilang di mana daerah tersebut, tapi yang jelas daerah menjadi tempat persembunyian teroris biasanya disebut diving area (daerah penyelaman, red),” ujarnya kepada wartawan di Kantor DPD PDI Perjuangan, Jalan Pelajar Pejuang 45, Senin (10/7/2017).

Area tersebut‎, lanjut Tb Hasanuddin, kebanyakan di daerah urbanisasi yang sulit di data secara administrasi. Ia pun mengkritisi peran kewilayahan menjadi ujung tombak masih kurang bagus sehingga teroris mudah untuk keluar dan masuk.

“Terlebih di daerah urban, kebutuhan logistik mudah diperoleh dibandingkan daerah perhutanan,” tambahnya.

Kondisi sosial suatu daerah juga berperan cukup penting. Jika masyarakat banyak yang tak peduli keadaan sekitar, maka teroris kian nyaman. Hal ini memudahkan teroris dalam menargetkan sasaran.

BACA JUGA:

Orangtua Agus Wiguna, Pelaku Bom Buahbatu Bandung Pasrah Anaknya Ditangkap Polisi

Polisi Selidiki Surat Bertuliskan JAD di Kamar Agus Wiguna

Pelaku Bom Panci Bandung Penyendiri, di Masjid pun Enggan Salat Berjamaah

Polisi Bawa Barang Bukti Bahan Peledak dari Rumah Perakit Bom Buahbatu Bandung

“Harus ada antisipasi dengan memperbaiki kondisi sosial dan tingkat keamanan. Juga mengontrol KTP urban sehingga dapat terlihat jelas yang tidak memiliki identitas sehingga warga lebih mendapat perlindungan dari negara,” beber Tb Hasanuddin.

Menurutnya, teroris berprinsip menggunakan segala macam senjata dalam melakukan teror. Sehingga dalam melancarkan aksinya akan mengumpulkan berbagai persenjataan yang dibutuhkan.

“Saya pernah dilatih perlawanan untuk teroris, mereka akan menggunakan segala macam senjata untuk melancarkan aksinya. Bahkan kalau punya peluru kendali maka akan digunakan,” tutur purnawirawan TNI berpangkat Mayjen ini.

Tb Hasanuddin menambahkan, target teroris ialah aparat keamanan. Tujuan mereka mengambil atau merampas senjata.

Aksi teroris itu bisa dilakukan perorangan maupun kelompok.

“Strategi mereka biasanya mempreteli senjata terlebih dahulu sebelum berlanjut serangan, dan kalau sudah cukup maka masuk gerilya ke kota. Kemudian setelah beraksi kemudian hilang dan seterusnya berulang mencari tempat persembunyian,” terangnya.

(nda)

loading...

Feeds