Ridwan Kamil Tak Setuju Bandung Disebut Marak Kejahatan

Ridwan Kamil.  Foto: Murwani Rokhayati

Ridwan Kamil. Foto: Murwani Rokhayati

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menampik apabila kotanya disebut marak kejahatan.

Ridwan Kamil menjelaskan, berbicara marak kejahatan harus didefinisikan secara ilmiah. Definisi marak itu adalah banyak.

Jadi, menurut dia, dari hasil laporan Kapolrestabes Bandung kejahatan tahun ini dibandingkan tahun 2016 terjadi penurunan angka kejahatan.

“Polrestabes itu sudah bekerja sangat keras, sehingga terjadi penurunan statistik kriminalitas itu hampir setengahnya,” ujar Ridwan Kamil di Aula Mapolrestabes, Bandung, Jum’at, (7/7/2017).

Pria yang akrab disapa Emil menambahkan, pihaknya selalu mendukung kebutuhan kepolisian untuk meningkatkan keamanan di Bandung yang disebutnya sebagai kota tujuan wisata.

“Setiap tahun kami membantu dana hibah yang jumlahnya terus meningkat, agar kepolisian bisa optimal dengan instrumennya untuk menjaga rasa aman,” terang Emil.

BACA JUGA:

Kisah Sedih Rena. Baru Menikah 5 Bulan, Suami Tewas Dibegal Saat Berencana Bulan Madu

Begal yang Tendang Pasutri Hingga Akibatkan 1 Korban Tewas di Dago Bandung Diringkus

Masyarakat Bandung perlu mengetahui, bahwa Polrestabes Bandung memiliki tim yang bernama Prabu. Mereka, kata Emil, setiap malam melakukan patroli dengan motor dan bersenjata untuk memastikan wilayah Bandung relatif aman.

“Tim Prabu inilah salah satunya yang bisa menurunkan presentase tingkat kejahatan jalanan,” tandas Emil.

Sebelumnya, Polrestabes Bandung mengungkap kasus begal yang mengakibatkan korbannya, Muhammad Alfaris Sukmara (30) yang saat kejadian tengah berboncengan dengan istrinya, meninggal dunia.

Peristiwa tersebut dialami Alfaris dan istrinya ‎Rena Hendayanti ketika melintas di kawasan Jalan Ir H Djuanda (Dago), Kota Bandung, Selasa (20/6) lalu.

loading...

Feeds