Jangan Percaya Apabila Terima Pesan Seperti Ini di Medsos, Segera Hapus!

Informasi abal-abal tentang parasetamol yang mengandung virus machupo dilengkapi foto pasien dengan ruam dan bercak merah agar lebih meyakinkan. Foto kanan, parasetamol dikaitkan dengan produk tisu basah berbentuk tablet. (Facebook)

Informasi abal-abal tentang parasetamol yang mengandung virus machupo dilengkapi foto pasien dengan ruam dan bercak merah agar lebih meyakinkan. Foto kanan, parasetamol dikaitkan dengan produk tisu basah berbentuk tablet. (Facebook)

Seorang pria bercambang mengalami hal yang sama. Sekujur tubuh dipenuhi bercak merah. Di salah satu ruangan rumah sakit, seorang perawat tampak sangat berhati-hati merawatnya. Dua pria lain melihat pemandangan tersebut dengan miris.

Pesan berantai berbentuk kumpulan foto itu cukup menyeramkan. Ada dua gambar korban dan satu gambar tablet Paracetamol P-500. Di salah satu sudutnya, tertulis peringatan untuk tidak menggunakan tablet Paracetamol P/500 (bukan P-500 sebagaimana tertera di kemasan). Tablet tersebut merupakan parasetamol baru, sangat putih, dan mengilap. Tetapi, tablet itu mengandung virus Machupo.

Di sana tertulis pula penjelasan bahwa virus Machupo merupakan yang paling berbahaya di dunia. Sebab, virus tersebut memiliki tingkat kematian tinggi. Bisa membunuh manusia dalam waktu singkat. Karena itulah, ada pesan khusus agar tidak menggunakan jenis tablet tersebut.

Pembuat pesan meminta orang yang menerima pesan itu ikut menyelamatkan hidup orang lain. Caranya, menyebarkan gambar tersebut kepada siapa pun agar semua orang mengetahui pesan tersebut.

“Isu itu adalah hoax,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito. Menurut dia, sampai saat ini BPOM tidak pernah menerima laporan kredibel yang mendukung klaim bahwa virus Machupo telah ditemukan dalam produk obat parasetamol atau produk obat lainnya.

loading...

Feeds