Dinas Perhubungan Bandung Saran Tarif Taksi Online Harus Mahal

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menunggu perincian aturan layanan taksi online, termasuk pengaturan layanan kota dari Pemerintah Provinsi.

Namun, karena tidak selaras dengan kebijakan pengembangan transportasi massal dan berbasis penggunaan kendaraan pribadi, seharusnya tariff taksi online lebih mahal.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi.

Menurut Didi, perlu kebijakan tambahan menyusul terbitnya aturan layanan taksi online ini. Pemberian insentif diberikan untuk angkutam massal, sementara disintensif untuk kendaraan pribadi.

“Saat ini kebijakan dirasa masih lunak untuk kendaraan pribadi. BBM bisa diperoleh, pajak juga 10 persen saja dari nilai kendaraan. Di Singapura nilainya bisa sampai 20 persen,” ucap Didi.

Didi mengakui, Dishub saat ini tidak memiliki data valid tentang jumlah unit kendaraan yang dioperasikan sebagai taksi online.

Baca Juga:

Ini Aturan Baru Taksi Online, Berlaku Efektif Mulai Hari Ini 1 Juli 2017

Mistis! Sopir Taksi Online Antar Hantu Cantik ke Kuburan

Pemprov Jabar Tunggu Juknis Aturan Taksi Online

“Ada yang bilang 6.000 unit. Tapi ada yang bilang juga 3.000 unit, belum jelas juga,” tuturnya.

Sedangkan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bandung, Neneng Djuraidah mengaku belum mengetahui aturan tarif bawah dan tarif atas untuk layanan taksi online. Ia juga menunggu diterbitkannya aturan kuota.

Ia menjelaskan, saat ini izin taksi yang ditetapkan Pemkot mencapai 2.000 unit. Namun sembilan perusahaan taksi yang beroperasi di Kota Bandung tidak mampu memenuhi kuota tersebut. Jumlah unit kendaraan yang aktif beroperasi terus anjlok.

loading...

Feeds

Carlton Cole resmi gabung Persib (Twitter @Persib)

Saatnya Pembuktian, Cole!

Eks pemain West Ham United dan timnas Inggris itu dimasukkan karteker pelatih Persib Herrie Setiawan ke dalam daftar pemain yang …