Begal yang Tendang Pasutri Hingga Akibatkan 1 Korban Tewas di Dago Bandung Diringkus

Rena (kenakan kerudung hitam) istri Alfaris korban begal di Bandung saat gelar perkara di Mapolrestabes Bandung yang juga dihadiri Walikota Bandung. (ist)

Rena (kenakan kerudung hitam) istri Alfaris korban begal di Bandung saat gelar perkara di Mapolrestabes Bandung yang juga dihadiri Walikota Bandung. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Polrestabes Bandung mengungkap kasus begal yang mengakibatkan korbannya, Muhammad Alfaris Sukmara yang saat kejadian tengah berboncengan dengan istrinya meninggal dunia.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo menerangkan, peristiwa terjadi di Jalan Ir H Juanda depan Dago Plaza, Selasa (20/6) subuh, ketika itu korban hendak pulang menuju Dago dari Jalan Riau dengan istrinya.

“Ketika di TKP (Tempat Kejadian Perkara) pelaku menarik paksa tas korban, setelah mendapat tasnya, pelaku langsung menendang motor korban kemungkinannya agar tidak dikejar,” kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Jum’at (7/7).

Setelah terjatuh, kata Hendro, korban mengalami luka memar dan dirawat selama tiga hari di rumah sakit. Namun, akhirnya meninggal dunia. “Istrinya pun sempat di rawat karena mengalami luka-luka,” imbuh Hendro.

Hasil olah TKP dan keterangan saksi, akhirnya pelaku MZ (23) dapat diamankan usai dilumpuhkan dengan timah panas Minggu (3/7)  dinihari. Namun, pelaku yang bernama Agun (25) masih dalam pengejaran aparat kepolisian. “Cepat atau lambat akan kita tangkap DPO atas nama Agun,” tegasnya.

Hendro mengutarakan, dari tangan pelaku berhasil diamankan sejumlah barang bukti berupa 26 unit handphone berbagai merek, 10 unit roda dua dan dua buah tas wanita.

“Pelaku setalah mendapatkan barang curiannya, kemudian dijual kepada tersangka atas nama ES, CL, dan S. Mereka dijadikan tersangka karena sebagai penadah,” beber Hendro.

Menurut Hendro, MZ selama melakukan tindak kejahatannya selalu berganti-ganti pasangan. Tak tanggung-tanggung, mereka sudah melakukan kejahatannya lebih dari 52 kali di wilayah Kota Bandung.

“Atas kejahatannya pelaku melanggar pasal 365 KUHP ayat 3 dan 4 dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun atau hukuman mati,” pungkasnya.

(ca/rmo/pojokbandung)

loading...

Feeds