Survei: Nasdem Jadi Sebab Turunnya Elektabilitas dan Popularitas Ridwan Kamil, Begini Penjelasannya

Ridwan Kamil.  Foto: Murwani Rokhayati

Ridwan Kamil. Foto: Murwani Rokhayati

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tingkat elektabilitas dan popularitas di sejumlah tokoh dalam pemilihan gubernur Jawa Barat mengalami fluktuasi.

Contohnya, Deddy Mizwar menyodok nama Ridwan Kamil di posisi teratas, sementara tokoh lain seperti Iwa Karniwa dan Dedi Mulyadi elektabilitasnya terus menanjak.

Hal tersebut didasarkan pada hasil survei Pilgub Jabar 2018 yang dirilis Program Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Lalu, bagaimana elektabilitas atau keterpilihan Ridwan Kamil bisa menurun?

Direktur PPS UIN Gunung Djati Agus Salim Mansyur mengungkapkan, berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada sejumlah responden, peneliti mempersepsi turunnya persentase tingkat elektabilitas Ridwan Kamil dipengaruhi banyak hal.

Antara lain, responden terpengaruh oleh pemberitaan dan informasi terkait dengan diusungnya pencalonan Ridwan Kamil oleh Partai Nardem. Hal ini juga mendapat tanggapan miring warganet.

Baca Juga:

Ridwan Kamil Merasa Masih Lemah di Pantura

Deddy Mizwar Cagub Jabar Paling Populer

Gimana Ya Kalau Deddy Mizwar Maju Bareng Aa Gym di Pilgub Jabar?

“Insya Allah Gerindra Akan Memberikan Rekomendasi ke Agung Suryamal”

Sedangkan merosotnya popularitas Ridwan Kamil lebih disebabkan karena empat bakal calon yang lain mengalami kenaikan.

“Meski elektabilitas Ridwan Kamil masih pada peringkat pertama pada survey kedua, tetapi mengalami penurunan yang tajam,” kata Agus Salim Mansyur, Selasa (4/7/2017).

“Kenaikan calon empat ini terutama Deddy Mizwar, Iwa Karniwa, dan Dedi Mulyadi karena penggerakan mereka sudah mulai melakukan sosialisasi baik bertatap muka langsung maupun menggunakan media luar ruang seperti spanduk dan poster,” paparnya.

Survei terhadap bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat untuk periode 2018-2023 itu dilakukan 22 Mei-4 Juni 2018.

Terdapat lima bakal calon yang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas memadai untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Barat 2018. 

loading...

Feeds