Pengusaha Sayuran Rugi Jutaan Rupiah Akibat Kemacetan Parah di Jalur Wisata Lembang

Penumpukan kendaraan menuju tempat wisata Maribaya akibatkan meruginya penjual sayuran. (Gatot Pudji)

Penumpukan kendaraan menuju tempat wisata Maribaya akibatkan meruginya penjual sayuran. (Gatot Pudji)

POJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Kepadatan arus lalu-lintas menuju tempat wisata di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, berdampak pada lambatnya pengiriman sayur mayur ke pasar. Akibatnya, pengusaha sayuran merugi atas keterlambatan pengiriman.

Dengan terlambatnya pengiriman pasokan sayur dari Desa Cibodas dan Desa Sunten Jaya ke sejumlah pasar, kualitas dan harga sayuran pun menjadi turun. Bahkan tak jarang banyak yang busuk dijalan.

BACA JUGA:

Lebaran Kok Berantem Rebutan Meja di De’Ranch Lembang. Ini Videonya, Memalukan!

H+1 Lebaran, Warga Lembang KBB Terseret Ombak Pangandaran

Lebaran ke-2 Jalur Wisata Lembang Macet Parah, Cibiru-Cileunyi Mengular

“Banyak yang nolak. Kalaupun terjual tentu harganya juga pasti turun. Padahal kami sudah mengeluarkan biaya angkut,” kata salah seorang pengusaha sayuran, Yopi Darmawan (40), di kampung Babakan Gentong, Desa Cibodas, Lembang Bandung Barat, Jumat (30/6).

Dia mengaku, dalam sekali pengiriman apabila menggunakan mobil pick up, satu unitnya dapat membawa sayuran seberat satu ton. Jenis sayurannya antara lain cabai, wortel, kubis, brokoli, pecay putih, burkol, buncis, tomat, tomat ceri dan romen.

Sementara biaya untuk sekali angkut bisa mencapai Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Belum lagi biaya solar dan sopir, bisanya cuma habis Rp 300 ribu.

“Tapi karena macet sekarang bisa hampir Rp 500 ribu. Itu baru dalam satu hari, libur inikan sampai satu minggu. Jadi ya itu kerugian kami,” ungkapnya.

Untuk diketahui, di Desa Cibodas ada sebanyak enam kampung penghasil sayuran di antaranya Kampung Babakan Gentong, kampung Areng, Kampung Cijero Kaso, Kampung Wangsa Kerta, kampung Cigalukguk dan Kampung Cibenying. Sementara di Desa Sunten Jaya, ada tiga kampung, seperti Kampung Dago, Kampung Patrol dan Kampung Gandok.

loading...

Feeds