Menkes: Pemudik Harus Hindari Makan Sembarangan dan Obat Berefek Ngantuk

Antrean kendaraan memadati jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (29/6). Memasuki H+4 Lebaran, arus balik dari Jawa Tengah menuju Bandung dan Jakarta terpantau padat dan puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+5 dan H+6 Lebaran. (Foto: Riana Setiawan)

Antrean kendaraan memadati jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (29/6). Memasuki H+4 Lebaran, arus balik dari Jawa Tengah menuju Bandung dan Jakarta terpantau padat dan puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+5 dan H+6 Lebaran. (Foto: Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek menegaskan, pemerintah sudah bekerja optimal dalam menangani arus mudik-balik Lebaran 2017.

Guna lebih memperlancar arus, tegas dia, masyarakat harus bisa mengantisipasi diri dan kendaraannya masing-masing sebelum melakukan perjalanan, terutama masalah kesehatan.

“Sebelum berangkat ke kota tolong periksa kesehatan dan kendaraan, jangan makan makanan sembarangan dan obat yang berefek ngantuk. Jangan nunggu masalah terjadi,” tegas Nila, Jumat (30/6/2017).

Baca Juga:

Arus Balik, Waspadai Titik Rawan Macet di Jalur Nagreg

Lebaran Kok Berantem Rebutan Meja di De’Ranch Lembang. Ini Videonya, Memalukan!

Nila ditemui di sela kunjungan ke pos lebaran Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kunjungan tersebut disertai Kapolri dan Menteri Perhubungan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, meski arus mudik dan balik lebaran ini harus lancar, tetapi kegiatan ekonomi masyarakat tetap harus diberi ruang.

Maka, pemerintah pun hanya sebatas mengeluarkan imbauan terkait pembatasan operasional jenis-jenis kendaraan tertentu seperti truk besar pengangkut barang.

Baca Juga:

Lebaran Kok Berantem Rebutan Meja di De’Ranch Lembang. Ini Videonya, Memalukan!

Catat, Inilah Kerugian Anda Jika Tak Urus Surat Pindah

Asal Tahu Triknya, Mobil Bisa Irit Bahan Bakar Saat Macet-Macetan Balik Mudik Lebaran

“Maka sifatnya imbauan dengan beberapa kondisi. Pada saat tertentu Polri bisa memberi tindakan. Mohon maaf ini merupakan hasil diskusi dengan Dirjen Perhubungan Darat,” ujar Budi.

Menurutnya, arus mudik-balik via jalur selatan tahun ini tetap masih bagus dibanding tahun tahun lalu. Bahkan dirinya sempat melakukan pengecekan jalur dari Jakarta ke Solo via Nagreg, dengan hasil selisih waktu efektif lebih cepat.

“Tapi tetap dengan kendaraan arah Garut via jalur alternatif,” katanya.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds