Di Sevel Saya Kenal Maya….

Gerai 7-Eleven di Cikini, Jakarta Pusat yang ikut tutup (Dery Ridwansyah/Jawa Pos)

Gerai 7-Eleven di Cikini, Jakarta Pusat yang ikut tutup (Dery Ridwansyah/Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com – Tutupnya gerai convenience store 7-Eleven (Sevel) secara nasional per hari ini, Jumat (30/6/2017) meninggalkan duka bagi banyak orang, antara lain mantan pegawainya.

Betapa tidak, retail ini dulu sempat jadi primadona anak muda dan kini tutup begitu saja dengan penuh tragis.

Dulu di masa kejayaannya, Sevel menjadi salah tujuan berkumpulnya masyarakat. Baik hanya sekadar nongkrong, meeting kecil, ataupun juga lepas kangen. Bahkan bagi mahasiswa Sevel jadi salah satu altenatif untuk mengerjakan tugas kuliah.

Baca Juga:

Lebaran Kok Berantem Rebutan Meja di De’Ranch Lembang. Ini Videonya, Memalukan!

Catat, Inilah Kerugian Anda Jika Tak Urus Surat Pindah

Asal Tahu Triknya, Mobil Bisa Irit Bahan Bakar Saat Macet-Macetan Balik Mudik Lebaran

Sevel selain menyediakan semua makanan dan minuman cepat saji yang segar juga dilengkapi dengan beragam fasilitas. Mulai dari jaringan internet gratis alias wifi, tempat parkir luas, nongkrong tidak dibatasi waktu.

Bahkan, tak jarang pihak gerai menyediakan beragam promosi dan menggelar nonton bareng setiap event pertandingan sepak bola.

Gerai 7-Eleven di Cikini, Jakarta Pusat yang ikut tutup (Dery Ridwansyah/Jawa Pos)

Gerai 7-Eleven di Cikini, Jakarta Pusat yang ikut tutup (Dery Ridwansyah/Jawa Pos)

Tak heran jika anak muda untuk berlama-lama ada di Sevel. Namun kini tempat nongkrong ciamik itu tinggal kenangan.

Ardi, salah seorang mantan pegawai Sevel mengaku sedih karena bekas tempatnya bekerja telah tutup. Selama dua tahun bekerja, tepatnya dari 2014 sampai 2016 banyak kenangan yang membekas baginya.

“Kenangan sampai begadang kerja, terus lebaran pun masuk kerja, kerja yang kekeluargaan teman-teman asyik, kalau di luar juga masih nongkrong bareng,” ujar Ardi kepada JawaPos.com, Kamis (30/6/2017).

Bahkan di tempat kerja inilah Ardi menemukan jantung hati alias istri. Dia terlibat cinta lokasi atawa cinlok. Cinta ini mengantarkannya ke pelaminan.

“Di sini kenal Maya yang kini jadi istri saya,” ungkapnya.

“Memang sedih sih sebenarnya karena harus tutup juga, tapi memang mungkin sudah masannya karena kalah bersaing dengan tempat nongkrong baru,” kata mantan pegawai Sevel di kawasan Fatmawati ini.

loading...

Feeds