Info Mudik, Perhatikan Rekayasa Lalu Lintas Ini

Pintu Tol Cipali saat mudik lebaran lalu.

Pintu Tol Cipali saat mudik lebaran lalu.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat siap melakukan rekayasa arus lalu lintas saat terjadi kemacetan di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jendral Anton Charliyan mengatakan, jika kemacetan terjadi, seluruh kendaraan yang akan menuju Jawa Tengah akan dialihkan melalui jalur arteri hingga kondisi lalu lintas Tol Cipali normal.

“Rekayasa arus lalu lintas ini akan dilakukan dengan memanfaatkan beberapa pintu keluar di Tol Cipali, seperti pintu Tol Kertajari, Sumber Jaya Majalengka, dan pintu Tol Cikedung Indramayu,” sebut Kapolda, kemarin.

Sementara itu, Polda Jabar juga mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di tiga titik di wilayah Jawa Barat, yakni di ruas Tol Cikopo dan Palimanan serta jalur selatan Jawa Barat. Polda Jabar memprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-2 lebaran.

Anton Charliyan menyebutkan, pihaknya akan memberi perhatian khusus kepada masalah kemacetan dan kecelakaan lalu lintas selama arus mudik.

Untuk meminimalisir dampak, Polda Jabar akan memberlakukan sejumlah skema lalu lintas di jalan tol Cipali, jalur Pantura dan jalur selatan.

“Jabar harus bisa mengatur arus agar tidak semua bertumpu di Brebes,” katanya.

Selain kemacetan, kecelakaan lalu lintas pun menjadi perhatian kepolisian. Ia menyebutkan, jalur rawan kecelakaan di Jabar berada di kawasan puncak dan Cadas Pangeran, Sumedang.

Untuk itu, salah satu upaya pencegahan pihaknya berkerjasama dengan Dinas Perhubungan memeriksa kelaikan kendaraan yang melintasi jalur tersebut. Terutama kendaraan umum seperti bus.

“Kali ini kita diminta proaktif. Seperti ada kesehatan mobile dan bahan bakar mobile,” ujar Anton.

Untuk mengamankan musim mudik tahun ini Polda Jabar mengerahkan 21 ribu personelnya. Sejumlah personel inti akan diterjunkan mulai dari Cikarang hingga perbatasan Brebes.

“Kekuatan dari Polda Jabar 21 ribu, adapun untuk instansi lain sekitar 13 ribu,” ujarnya.

(nda/rub)

loading...

Feeds