Sidang Ujaran Kebencian, Ormas Minta Buni Yani Dibebaskan

Buni Yani (ist)

Buni Yani (ist)

POJOKBANDUNG.com – Buni Yani menjalani sidang lanjutan perkara ujaran kebencian, Selasa (20/6/2017).

Dalam sidang yang digelar di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Jalan Seram No. 2 Kota Bandung, Buni Yani yang didampingi sejumlah kuasa hukumnya.

Buni Yani mengajukan keberatan atau eksepsi atas dakwaan dari jaksa.

“Agenda sidang hari ini adalah penyampaian keberatan atau eksepsi dari terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim M. Sapto.

Dalam persidangan sebelumnya, Buni Yani didakwa atas dua Pasal yakni Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 32 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Baca Juga:

Hari Ini Buni Yani Disidang di PN Bandung, Bakal Diwarnai Unjuk Rasa

Didakwa Melanggar 2 Pasal, Buni Yani: Saya Tidak Mengerti

Sidang Buni Yani mendapat mengamanan cukup ketat. Polrestabes Bandung menerjunkan 560 personel.
Sejak pukul 06.00 WIB, seluruh personel telah berada di lokasi. Sidang sendiri sudah dimulai sejak pukul 09.00 WIB.

“Personil pengamanan berasal dari anggota satgasda, anggota sabhara berjumlah satu kompi dan anggota brimob Polda Jabar satu kompi serta satgasres 360 personil,” kata Kapolrestabes Kombes Pol Hendro Pandowo di lokasi.

Sidang tersebut diwarnai unjuk rasa dari Aliansi Pergerakan Islam (API) Jabar. Dalam orasinya, Ketua API Jabar Asep Saripudin, meminta agar Buni Yani dibebaskan.

“Buni Yani itu hanya korban. Ia hanya mengemukakan pendapatnya bahwa agamanya dinistakan oleh Ahok. Tiap warga negara itu dibebaskan untuk bependapat karena dilindungi Undang-undang,” kata Asep.

Buni Yani adalah seorang dosen yang mengunggah video Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu.

Video tersebut memicu kontroversi di masyarakat, antara lain, berupa gelombang demonstrasi yang menuntut Ahok diadili. Buni Yani kemudian ditetapkan tersangka pada November 2016.

(jar/rmol)

loading...

Feeds