Alhamdulillah…1.000 Yatim Dapat Santunan

BERBAGI : Sekda Jabar Iwa Karniwa memberikan bingkisan kepada anak yatim, kemarin.

BERBAGI : Sekda Jabar Iwa Karniwa memberikan bingkisan kepada anak yatim, kemarin.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah provinsi Jawa Barat dan penyuluh Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Barat menggelar doa bersama 1.000 anak yatim di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Bandung, Kamis (15/6).

Acara yang dikerjasamakan dengan komunitas Bandung Religi ini untuk meningkatkan kepedulian di bulan puasa ini. Ketua Pelaksana dari Bandung Religi Titin Supriatin mengatakan tujuannya dari acara ini adalah sebagai aktualisasi nilai keimanan dan juga meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat. Santunan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bentuk solidaritas membantu anak-anak yatim piatu untuk membiayai kebutuhannya. “Sebagai bukti meningkatkan solidaritas di masyarakat sebagai cerminan keimanan kita,” kata Titin. Ia pun mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang telah menjadi donatur dalam acara tersebut.

Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa mengapreasiasi kegiatan ini. Kegiatan santunan anak yatim ini bisa menjadi perantara bagi yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk yang membutuhkan yang dalam hal ini adalah anak-anak yatim piatu.

Ia pun berharap acara semacam ini bisa rutin digelar. Sehingga menjadi simultan kepekaan dan solidaritas masyarakat terhadap sesama. “Bagaimana supaya pada anak yatim ini ada terutama bantuan keuangan untuk sehari-haru. Dimulai saya selaku pribadi ingin memberikan stimulan solidaritas masyarakat,” kata Iwa kepada wartawan.

Iwa menuturkan kegiatan seperti ini sangat positif. Selain santunan diadakan pula latihan da’i-da’i cilik sehingga melatih anak-anak yatim untuk terus mengembangkan diri meski telah ditinggalkan orangtuanya. “Anak yatim juga harus terus belajar bagaimana ia bisa menghidupi dirinya lebih bermanfaat ke depannya,” ujarnya.

Iwa menambahkan acara ini dilakukan juga untuk meningkatkan generasi muda dalam pentingnya menjaga kerukunan. Di saat isu Kebinekaan ini menguat, Iwa meminta anak-anak yang hadir untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Iwa mengucapkan terima kasih kepada para donator dalam acara ini yang salah satunya Bank bjb.

Sementara itu, Iwa memastikan gaji ke-14 ASN dan non ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar siap disalurkan. Iwa mengatakan para ASN maupun non ASN akan mendapatkan tambahan satu kali gaji dalam rangka hari besar keagamaan. Pemprov Jabar sendiri telah mengalokasikan sekitar Rp 108 miliar‎ untuk gaji ke-14 ASN dan non ASN Pemprov Jabar.

Jumlah tersebut melonjak seratus persen lebih dari anggaran gaji ke-14 tahun lalu, sebelum adanya alih kelola SMA/SMK dari pemerintah Kota dan Kabupaten ke Provinsi tahun 2017.

“Kami pastikan gaji ke-14 untuk tahun ini aman, sudah dianggarkan di APBD 2017 sesuai dengan arahan Kemendagri. Namun untuk pencairannya, masih harus menunggu landasan hukumnya yaitu peraturan pemerintah (PP) tentang gaji ke-14, saya cek segera, ” katanya.

Menurut dia, PP terbit biasanya minggu kedua bulan puasa. “Prinsipnya (gaji ke-14) aman, PP turun proses pencairan akan dilakukan ditransfer ke rekening masing-masing atau rekening sekolah,”ujar Iwa. Lebih jauh, Iwa menuturkan adanya kepastian angka gaji ke-14 tersebut setelah pihaknya berkordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta dengan Bappeda Jabar. “Alhamdulullilah kami sudah melakykan perhitungan. Dari perhitungan tersebut diketahui pagu belanja untuk pegawai termasuk dinas pendidikan itu Rp 108 miliar termasuk untuk para guru dan honorer,”ujar dia. Selain gaji ke-14 Pemprov juga mengucurkan gaji ke 13 yang rencananya akan dikirim ke rekening ASN menjelang pendaftaran sekolah. “Gaji ke 13 itu biasanya untuk kebutuhan anak sekolah setelah lebaran,” tuturnya. (azm)

loading...

Feeds