Diduga Terkait Perkara Lain, KPK Tetap Dalami Sumber Duit Amien Rais

Amien Rais (tengah) menggelar konperensi pers. FOTO: Ricardo/JPNN

Amien Rais (tengah) menggelar konperensi pers. FOTO: Ricardo/JPNN

POJOKBANDUNG.com- MESKIPUN majelis hakim menyatakan uang Rp 600 juta yang diterima Amien Rais bukan berasal dari proyek Alkes, namun JPU KPK tetap meyakini adanya keterlibatan Amien Rais dalam perkara lain. Hal ini menyusul adanya bukti yang kuat yang dimiliki pihak jaksa KPK.

Untuk menelisik lebih lanjut sumber uang tersebut terkait dengan perkara mana, pihak jaksa pun akan mendalaminya, setelah melakukan analisa.

BACA JUGA:

Korupsi Alkes, Mantan Menkes Siti Fadilah Dibui 4 Tahun

Bela Amien Rais, PAN Siapkan 35 Advokat

Amien Rais: Saya Hanya Takut pada Allah SWT

‘’Ya itu fakta-fakta hukum aliran dana ada, hakim sudah sependapat faktanya ada, tetapi tidak relevan dengan perkara ini, lalu perkara yang mana, kami dalami,’’ kata JPU KPK Ali Fikri di PN.Tipikor Jumat (16/6).

Untuk diketahui, dalam kasus ini, sebelumnya Majelis hakim PN.Tipikor Jakarta menjatuhkan pidana 4 tahun penjara terhadap mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Selain hukuman pidana, hakim juga memerintahkan agar Siti membayar denda Rp 200 juta. Namun, apabila tidak sanggup membayarnya, maka diganti dengan 2 bulan kurungan.

Hakim meyakini, Siti dinilai terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Yakni menyalahgunaan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (Alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan, sehingga merugikan keuangan negara sekitar Rp 5,7 miliar.

‘’Mengadili , menyatakan terdakwa Siti Fadilah Supari telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan pada dakwaan kesatu alternative dan dakwaan kedua alternative ketiga, ‘’ terang Hakim Keta Ibnu Basuki Widodo, saat membacakan amar putusan di PN.Tipikor Jakarta Jumat (16/6).

Putusan ini lebih ringan 2 tahun dari tuntuan JPU KPK sebelumnya, yang menuntut agar Siti dihukum 6 tahun penjara,denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

loading...

Feeds