Ini Peringatan BNPB bagi Pemudik Soal Potensi Bencana di Jalur Utara dan Selatan

Jalur mudik selatan Bandung-Malangbong Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar. (RAKA DENNY/JAWA POS)

Jalur mudik selatan Bandung-Malangbong Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar. (RAKA DENNY/JAWA POS)

POJOKBANDUNG.com – Pemudik Lebaran 2017 harus waspada pada ancaman bencana longsor dan banjir. Peringatan itu disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hal tersebut tidak lepas dari hujan yang masih turun meski saat ini sudah masuk bulan Juni.

“Potensi longsor itu mayoritas berada di daerah selatan Jawa. Sedangkan banjir di utara,” kata Kepala Bagian Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (16/6/2017).

Sebagai antisipasi, pemerintah sudah membuat peta mudik yang dilengkapi titik rawan longsor di titik-titik longsor itu.

Baca Juga:

Waspada, Jalur Mudik Selatan Jabar Kurang PJU dan Rawan Longsor 

Antisipasi Kemacetan Mudik di Jalur Selatan, Polisi Berlakukan Sistem One Way di Nagreg

BNPB bersama badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) mendirikan posko yang sewaktu-waktu atau dalam kondisi darurat bisa memberikan bantuan kepada pemudik.

Berdasar peta jalur mudik yang dibuat BNPB, lokasi rawan banjir itu berada hampir di sepanjang jalan utama jalur pantai utara (pantura). Mulai Indramayu, Cirebon, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, Kudus, Pati, hingga Rembang.

Di Jawa Timur, potensi banjir tercatat di jalur Bojonegoro, Babat-Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Probolinggo, dan Situbondo.

Sedangkan daerah rawan longsor tercatat di jalan alternatif Batu dan Kediri. Potensi longsor juga berada di Jember, Trenggalek, dan Pacitan.

“Kalau hujan tidak merata tapi sesaat dan lebat, itu berpotensi banjir bandang dan longsor,” ujar dia kemarin.

loading...

Feeds