Korupsi Alkes, Mantan Menkes Siti Fadilah Dibui 4 Tahun

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah (Imam Husein/Jawa Pos)

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah (Imam Husein/Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com- MAJELIS hakim PN.Tipikor Jakarta menjatuhkan pidana 4 tahun penjara terhadap mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Selain hukuman pidana, hakim juga memerintahkan agar Siti membayar denda Rp 200 juta. Namun, apabila tidak sanggup membayarnya, maka diganti dengan 2 bulan kurungan.

Hakim meyakini, Siti dinilai terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Yakni menyalahgunaan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (Alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan, sehingga merugikan keuangan negara sekitar Rp 5,7 miliar.

‘’Mengadili , menyatakan terdakwa Siti Fadilah Supari telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan pada dakwaan kesatu alternative dan dakwaan kedua alternatif ketiga, ‘’ terang Hakim Keta Ibnu Basuki Widodo, saat membacakan amar putusan di PN.Tipikor Jakarta Jumat (16/6).

Putusan ini lebih ringan 2 tahun dari tuntuan JPU KPK sebelumnya, yang menuntut agar Siti dihukum 6 tahun penjara,denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam pertimbangannya, hakim meyakini, dalam kegiatan pengadaan Alkes untuk mengatasi KLB pada tahun 2005, Siti membuat surat rekomendasi mengenai penunjukan langsung. Surat itu ditujukan kepada kuasa pengguna anggaran (KPA)  dan pejabat pembuat komitmen (PPK), Mulya A Hasjmy, menunjuk langsung PT Indofarma Tbk sebagai perusahaan penyedia barang dan jasa. Selain itu,hakim  juga menilai Siti terbukti menerima suap sebesar Rp 1,9 miliar.

Uang tersebut diberikan oleh Direktur Keuangan PT Graha Ismaya Sri Wahyuningsih berupa Mandiri Traveller Cheque (MTC) sejumlah 20 lembar senilai Rp 500 juta.

Kemudian ada juga dari Rustam Syarifudin Pakaya yang diperoleh dari Direktur Utama PT Graha Ismaya, Masrizal Achmad Syarif sejumlah Rp 1.375.000.000.

Uang tersebut terdiri dari 50 lembar MTC senilai Rp 1,2 miliar dan 1 lembar MTC senilai Rp 25 juta, dan 10 lembar MTC senilai Rp 100 juta.

Menurut hakim uang-uang tersebut diberikan karena Siti telah menyetujui revisi anggaran untuk kegiatan pengadaan alat kesehatan (Alkes) I, serta memperbolehkan PT Graha Ismaya sebagai suplier pengadaan Alkes I.

Dalam menjatuhkan vonis tersebut, hakim mempertimbangkan beberapa hal yang memberatkan dan hal yang meringankan. Hal yang memberatkan, perbuatan yang dilakukan Siti dinilai tdak mendukung program pemerintah yang tengah gencar memberantas korupsi.

Selain itu, hal yang memberatkan lain, Siti tidak mau mengakui perbuatan yang dilakukannya. Sementara hal yang meringankan, Siti bersikap sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum.  Hal lainnya, Siti telah lanjut usia dan pernah berjasa dalam mengatasi wabah flu burung di Indonesia.

(wnd/jpg/pojokbandung).

loading...

Feeds

Diego Costa mencetak gol pembuka Chelsea ke gawang Newcastle United. Foto: AFP

Sinyal Chelsea Lepas Diego Costa

POJOKBANDUNG.com- KEDATANGAN Alvaro Morata di skuad Chelsea membuat posisi Diego Costa kian tersujud. Nama Costa sudah tak masuk dalam rencana …