Pilgub Jabar: 6 Partai Merapat ke Deddy Mizwar

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat memberikan sambutan dalam pelantikan dan mengukuhkan Pengurus Majelis Da'i Jawa Barat (MDJ) Periode 2017-2020.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat memberikan sambutan dalam pelantikan dan mengukuhkan Pengurus Majelis Da'i Jawa Barat (MDJ) Periode 2017-2020.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bakal kandidat gubernur Jawa Barat 2018, Deddy Mizwar mengaku telah mendapat dukungan dari enam partai. Meski belum resmi, setidaknya sudah terjalin komunikasi intensif dari keenam partai ini.

Dikatakan, keenam partai yang sudah siap dan menyatakan dukungan untuk maju di pilgub itu adalah PKS, Gerindra, Demokrat, PKB, PPP, PAN. Bahkan ketua umum PAN sudah berkomunikasi secara langsung terkait dukungan itu.

BACA JUGA:

99 Persen Masyarakat Jabar Tertuju ke Deddy Mizwar, Disusul Aa Gym

Deddy Mizwar Jadi Gubernur Jabar? Cek Dulu Hasil Surveinya

Pilgub Jabar, PKS-Gerindra 99 Persen Usung Jenderal Naga Bonar Deddy Mizwar

“Karena itu kita terus adakan komunikasi sampai betul betul ada kesepahaman yang tidak memberatkan salah satu pihak,” ujar Deddy yang karib disapa Demiz ini kepada wartawan, di Bandung, Kamis (15/6/2017).

“Kita terus jalin komunikasi, seperti dengan PAN hari ini, begitu juga dengan yang lainya,” sambung dia.

Hingga saat ini, lanjut dia, partai-partai pendukung itu tidak ada yang meminta syarat khusus yang memberatkannya. Sementara ini baru bicara soal kesamaan paham untuk membangun Jawa Barat ke depan.

“Wakilnya nanti terserah dari koalisi tadi siapa yang akan maju,” cetus Deddy Mizwar.

Namun, tegas dia, harus ada perhitungan rasional atas hasil survei elektabilitas dan popularitasnya. Bagaimanapun, maju di pertarungan demokrasi ini tidak bisa diwarnai dengan klaim sepihak. “Kita kan gak bisa sendiri sendiri, masa deklarasi sendirian,” tegas Deddy Mizwar.

Rencananya, kata dia, selepas hari raya Idul Fitri atau sekitar Agustus mendatang, dirinya dan partai-partai tersebut akan mengukuhkan kesepakatan melalui deklarasi secara resmi. Sehingga visi misi pencalonan bisa lebih terarah.

“Kalau sudah sepakat koalisi tadi sehingga betul betul ada tiket. Seperti kemarin deklarasi, gak ada kelanjutannya kan, bisa jadi anak yatim piatu,” tegasnya.

Ia menilai, deklarasi sepihak sangatlah tidak elok, khawatir akan memunculkan penilaian kurang baik dari masyarakat. Sebaiknya, jika deklarasi sudah utuh, bisa menjadi tiket resmi dalam pencalonan.

“Bisa jadi anak yatim piatu. Kan gak enak juga lihatnya,” katanya.

(atp/pojokbandung)

 

loading...

Feeds

Tegangnya Palagan Ambarawa di Cimahi

Pertumpahan darah pun tersaji setelah para sekutu menyerang dalam perang Palagan Ambarawa. Para pejuang maupun sekutu banyak yang tewas tergeletak …