Pemain Muda Timnas Diminta Meniru Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly

Kehadiran Stefano Lilipaly membuat Indonesia makin agresif meski gagal kalahkan Puerto Rico (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

Kehadiran Stefano Lilipaly membuat Indonesia makin agresif meski gagal kalahkan Puerto Rico (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

POJOKBANDUNG.com – Para pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 diminta meniru sikap Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly. Apa sebab?

Saat laga uji coba Timnas melawan Kamboja pada 8 Juni lalu, Hargianto dinilai kurang bisa mengontrol emosi. Penyebabnya, Hargianto marah-marah di lapangan saat Gavin Kwin Adist melakukan kesalahan pasing.

Hargianto sebetulnya punya kans untuk bertahan di Timnas untuk diproyeksikan ke SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Tapi akibat laga uji coba itu Hargianto bisa ikut tereliminasi.

Baca Juga:

Diimbangi Puerto Rico, Timnas Indonesia Harus Poles Stamina dan Teamwork

Menawan, Timnas Indonesia Menang Tandang Atas Tuan Rumah Kamboja

’’Pemain marah-marah tidak apa-apa. Asal jangan sampai di luar batas kewajaran. Kami melihat marah-marah Hargianto di luar batas. Dan, itu sangat mengganggu kesolidan dan stabilitas dalam tim,’’ kata salah satu petinggi PSSI yang turut menyaksikan langsung pertandingan yang dimenangi Indonesia dengan skor 2-0 itu.

’’Kalau tak mau mengubah sikap, bisa saja Hargianto dicoret dari timnas,’’ lanjutnya.

Wakil Direktur Timnas PSSI Fanny Riawan juga membenarkan kabar tersebut. Dia bahkan menyayangkan, pemain-pemain muda Indonesia –yang sejatinya memiliki kualitas bagus– tidak memiliki sikap yang profesional.

Menurut Fanny, para pemain muda Indonesia harus melihat Stefano Lilipaly dan Irfan Bachdim.

’’Dua pemain itu, meski sudah memiliki pengalaman bermain dengan klub luar, masih tetap humble,’’ katanya.

’’Padahal, kalau mau dibilang, mereka sudah punya jam terbang tinggi,” katanya.

Bahkan, sambung dia, Lilipaly sudah menjadi salah satu pemain rebutan klub-klub Belanda. Tapi, kepada tim dan pelatih, gelandang berdarah Maluku yang main untuk SC Cambuur, Belanda, itu tetap respek dan mau bekerja untuk tim.

(ben/c5/bas/jpg)

loading...

Feeds