Ngeri! Peneliti Unpad Sebut Paham Teroris Masuk Sekolah  

diskusi “Terorisme dan Multikulturalisme” di Cafe Centropunto, Jalan Trunojoyo, Bandung. Foto: Nida/Radar Bandung

diskusi “Terorisme dan Multikulturalisme” di Cafe Centropunto, Jalan Trunojoyo, Bandung. Foto: Nida/Radar Bandung

 

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Paham terorisme kian mengkhawatirkan. Peneliti Puslit Gender dan Anak Universitas Padjadjaran (Unpad), Antik Bintari, mensinyalir paham radikal ini masuk ke sekolah-sekolah.

“Saya pernah mendatangi ke salah satu sekolah yang tidak memperbolehkan siswanya upacara menghormat bendera, dan tidak boleh menyanyikan lagu-lagu kebangsaan,” jelas Antik Bintari.

Baca Juga:

Radikalisme di Indonesia Belum Tentu Negatif, Begini Kata Intelijen Jabar

Jokowi Minta Kampus Buka Jurusan Radikalisme

Atik berbicara dalam diskusi “Terorisme dan Multikulturalisme” di Cafe Centropunto, Jalan Trunojoyo, belum lama ini.

Menurutnya, fenomena penanaman paham-paham radikal keagamaan justru bukan terjadi di lingkungan pesantren, melainkan di sekolah-sekolah plus. “Saya lebih curiga dengan sekolah yang ada plusnya,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Dosen Prodi Ilmu Pemerintah Unpad, Dede Sri Kartini mengatakan peran lingkungan cukup besar dalam pencegahan paham teroris. Sehingga peran positif harus diupayakan baik oleh keluarga, saudara, tokoh masyarakat.

Di samping itu, menurutnya perlu memperkenalkan dan memahami ilmu pengetahuan dengan baik dan benar. Ditambah meminimalisir kesenjangan sosial yang ada di masyarakat terutama di pemukiman padat.

(nda)

loading...

Feeds